SUMBARTIME.COM-Ada yang unik terjadi pada saat pendaftaran Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto- Sandi Salahudin Uno, Jumat (10/08) siang, di Kantor KPU, Jl. Imam Bonjol, Menteng, Kota Jakarta Pusat.
Anak dari 3 Presiden hadir mengantar, untuk mengusung dan mendukung Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dari 4 partai Koalisi tersebut.
Rahmawati Soekarno Putri, anak dari Presiden ke I Soekarno, Titik Soeharto anak dari Presiden ke II Soeharto, Serta Agus Harimukti Yudoyono (AHY) dan Ibas Yudoyono anak dari Presiden ke 6 Soesilo Bambang Yudoyono (SBY), hadir dalam pendaftaran pencapresan Prabowo dan Sandiaga.
Anak dari ketiga presiden Indonesia tersebut sepakat dan kompak hadir dalam rangka memberikan dukungan penuh untuk Prabowo Sandi. Selain itu, partai pengusung seperti PKS, PAN, Gerindra, serta Demokrat serta dua partai pendukung yakni partai Bekarya dan PBB akan habis habisan untuk memperjuangkan pasangan Capre dan Wacapres tersebut.
Sementara, dari dalam gedung KPU terlihat suasana yang dibangun Parabowo adalah ingin menjadikan dirinya sebagai King Maker bagi tokoh tokoh muda gagah dan berprestasi, seperti AHY, serta Sandiaga Uno.
Hal itu dibuktikan dengan merangkul kedua tokoh muda nan gagah serta berprestasi tersebut untuk melakukan sesi foto bersama di dalam gedung KPU.
Angkat Isu Ekonomi Keumatan
Dari ulasan beberapa pengamat bahwa isu yang akan dibawa oleh Prabowo- Sandi maju sebagai kandidat calon Presiden dan Wakil Presiden 2019 yakni mengangkat tema tema ekonomi umat/ kerakyatan.
Hal itu jelas sekali saat Sandi diwawancarai oleh awak media ketika melangkah keluar dari Gedung KPU. Sandiaga Uno akan mengangkat isu dan fokus terkait permasalahan ekonomi masyarakat dan umat.
Isu soal harga bahan pokok yang melambung, isu kenaikan tarif PLN yang dirasa mencekik leher rakyat serta tingkat kemiskinan yang cukup signifikan akan menjadi senjata andalan mereka menghadapi masa masa kampanye kedepan nantinya.
Dari isu ekonomi umat/Kerakyatan yang akan diangkat oleh Prabowo dan Sandi dinilai akan menjadi maghnet untuk meraup suara yang cukup signifikan, ulas mereka mengatakan.(tim)




















