BUKITTINGGI – Di tengah semarak perayaan 100 tahun Jam Gadang yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat Minangkabau, sekelompok insan kreatif justru memilih menelusuri sisi lain sejarah Kota Bukittinggi yang mulai tergerus waktu.
Tim produksi dari Dimensia Creative bersama Argumenrakyat.com tengah menggarap sebuah film semi dokumenter bertajuk “Sejarah Yang Terlupakan”, yang mengangkat berbagai peristiwa penting yang pernah mewarnai perjalanan Kota Bukittinggi.
Kesibukan tim produksi terlihat di kawasan pelataran Jam Gadang, Selasa (16/6/2026). Berbekal kamera profesional, drone, hingga berbagai perlengkapan pendukung lainnya, proses pengambilan gambar dilakukan untuk merangkai potongan-potongan sejarah yang selama ini jarang mendapat perhatian publik.
Direktur Produksi PT Dimensia Digital Multi Media, Rudi Pratama, mengatakan Kota Bukittinggi menyimpan begitu banyak cerita berharga yang layak kembali dikenalkan kepada generasi masa kini.
“Saat ini Kota Bukittinggi, kota kelahiran Proklamator RI Bung Hatta, tengah merayakan 100 tahun Jam Gadang. Namun di balik kemeriahan itu, ada fakta-fakta sejarah yang mulai terlupakan,” ujar Rudi saat memantau proses syuting.
Menurutnya, salah satu tema utama yang akan diangkat dalam film tersebut adalah Pergolakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang menjadikan Bukittinggi sebagai pusat gerakan oposisi terhadap pemerintah pusat pada tahun 1958.
Peristiwa tersebut, kata Rudi, merupakan salah satu babak besar dalam sejarah nasional yang lahir dari kekecewaan sejumlah daerah terhadap ketimpangan pembangunan dan kebijakan pemerintah pusat saat itu.
“Gerakan ini dilatarbelakangi oleh kekecewaan daerah terhadap ketimpangan ekonomi dan kebijakan pemerintah pusat. Banyak generasi muda yang mungkin hanya mendengar sekilas tentang PRRI, padahal peristiwa ini memiliki pengaruh besar dalam perjalanan bangsa,” jelasnya.
Ia menegaskan, kisah PRRI hanyalah salah satu dari sejumlah cerita yang akan disajikan dalam film semi dokumenter tersebut.
“Nah, itu merupakan salah satu cerita yang menjadi topik dalam film ini. Untuk lebih lengkapnya, tunggu saja tanggal tayangnya dalam waktu dekat,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim kreatif masih berjibaku menyelesaikan proses pengambilan gambar di sejumlah lokasi bersejarah di Bukittinggi. Suara drone yang sesekali melintas di langit Jam Gadang menjadi penanda bahwa sebuah upaya menghidupkan kembali memori kolektif masyarakat sedang berlangsung.
Melalui film “Sejarah Yang Terlupakan”, Dimensia Kreative dan Argumenrakyat.com berharap dapat membuka kembali lembaran-lembaran sejarah yang nyaris tenggelam, sekaligus mengajak masyarakat untuk melihat Bukittinggi bukan hanya sebagai kota wisata, tetapi juga sebagai saksi penting perjalanan sejarah bangsa Indonesia.


















