JAKARTA – Kegagalan skuad Garuda melangkah ke Piala Dunia 2026, menjadi puncak kekecewaan yang berujung pada pemutusan kerja sama antara PSSI dengan pelatih kepala Timnas Indonesia, asal Belanda, Patrick Kluivert.
Keputusan pemecatan Kluivert diumumkan secara resmi oleh PSSI pada Kamis (16/10/2025) siang melalui rilis tertulis yang diterima redaksi. Dalam pernyataan itu, disebutkan bahwa kedua belah pihak sepakat mengakhiri kontrak lebih awal dari kesepakatan semula.
“Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Tim Kepelatihan Tim Nasional Indonesia secara resmi menyepakati pengakhiran kerja sama lebih awal melalui mekanisme mutual termination,” tulis PSSI dalam keterangan resminya.
Kluivert sebelumnya dikontrak selama dua tahun sejak diresmikan pada 8 Januari 2025. Ia datang dengan tim kepelatihan yang terdiri dari sejumlah nama seperti Alex Pastoor, Gerald Vanenburg, dan Frank Van Kempen. Namun, masa baktinya hanya bertahan sembilan bulan.
PSSI menegaskan bahwa pemutusan hubungan kerja ini bukan keputusan sepihak. Federasi yang dipimpin Erick Thohir itu menyebut keputusan diambil setelah melalui pembahasan bersama antara kedua pihak.
“Penghentian kerja sama ini dilakukan atas dasar persetujuan kedua pihak, dengan mempertimbangkan dinamika internal dan arah strategis pembinaan tim nasional ke depan,” lanjut pernyataan resmi tersebut.
Dengan berakhirnya kerja sama ini, Kluivert dan timnya tidak lagi menangani Timnas Indonesia di level senior, U-23, maupun U-20.
Meskipun berakhir lebih cepat dari yang direncanakan, PSSI tetap menyampaikan apresiasi atas kontribusi Kluivert selama sembilan bulan menukangi Timnas Merah Putih.
“PSSI menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh anggota tim kepelatihan selama masa tugasnya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan dan pengembangan sepak bola nasional,” tutup pernyataan itu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi siapa sosok yang akan menggantikan posisi Kluivert sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Namun publik sepak bola tanah air kini menunggu arah baru yang akan diambil PSSI demi membangun kembali performa Garuda di kancah internasional.
Oleh: Teddy G. Chaniago
Editor: Alex.jr





















