BUKITTINGGI – Walikota Bukittinggi, Erman Safar, menegaskan bahwa rakyat tidak boleh dibebani lebih untuk mendapatkan hak pendidikan. Hal ini disampaikan dalam sebuah pesan yang beredar di media sosial di kota kelahiran Bung Hatta tersebut.
Pesan tersebut mengandung informasi penting bagi siswa, wali murid, dan pihak sekolah di Bukittinggi.
Erman Safar mengumumkan bahwa Pemko Bukittinggi akan mensubsidi uang komite siswa SLTA untuk mengurangi beban rakyat, dan SLTA negeri tidak boleh lagi memungut iuran dalam bentuk apapun setelah menerima dana dari program Walikota.
Erman Safar terus berkomitmen untuk mewujudkan “Bukittinggi Hebat di sektor Pendidikan”.
Tahun ini, Pemko Bukittinggi kembali mensubsidi iuran komite pelajar SLTA, baik negeri maupun swasta. Bantuan tersebut disalurkan melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada Pemerintah Provinsi Sumbar dan hibah Pemko melalui Bagian Kesra.
Menurut Erman Safar, bidang pendidikan tetap menjadi prioritas bagi Pemko Bukittinggi. Setiap jenjang pendidikan diberikan program yang berkualitas dan membebaskan warga dari beban keuangan.
“Tahun ini, kita Pemko Bukittinggi telah mensubsidi uang komite bagi pelajar SLTA yang berdomisili di Kota Bukittinggi. Subsidi ini dibayarkan sesuai dengan besaran yang beragam untuk masing masing sekolah,” ungkapnya pada Sabtu (15/6/2024).
Dengan subsidi ini, Erman Safar menegaskan bahwa tidak ada lagi kewajiban bagi siswa warga Bukittinggi untuk membayar iuran komite di sekolah mereka, sehingga beban masyarakat dapat dikurangi dan target 100 persen generasi muda Kota Bukittinggi wajib belajar 12 tahun dapat terealisasi.
Sekali lagi, ia menekankan, “Jangan tambah beban rakyat untuk mendapatkan Hak Pendidikan,” pintanya. (Alex)





















