Sumbartime.com,- Sebanyak 68 orang korban keracunan makanan yang terjadi di Saba Balik, Panti, Kabupaten Pasaman sejak Senin (06/03/2023) satu per satu memenuhi Rumah Sakit Ibnu Sina Panti dan Rumah Sakit Pratama di Kauman.
Bahkan, di RS Ibnu Sina, para pasien sampai memenuhi loby dan membuat dokter serta perawat IGD menjadi kewalahan .
Dikutip dari sumbarkita.com berdasarkan info yang beredar, penyebab dari keracunan ini berawal ketika warga mengikuti syukuran dalam rangka menyambut Ramadhan dan mendapatkan paket makanan sejenis pical atau gado-gado.
Dari 68 orang yang awalnya di rawat di Rumah Sakit, saat ini kondisi korban sudah mulai membaik dan tinggal sebagian kecil yang masih dirawat.
Direktur Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Panti, Resko Gempita mengatakan saat ini masih ada 14 orang yang masih di rawat dengan kondisi mengalami dehidrasi ringan.
“Saat ini pasien kebanyakan masih dalam kondisi dehidrasi ringan” jelas Resko.
Sebagian besar pasien sudah kembali pulang dan juga ada yang dirawat di RS Pratama di Kauman.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman tengah mendalami kasus ini untuk mencari tahu penyebab/kandungan apa yang terkandung di dalam makanan tersebut sehingga membuat banyak orang mengalami keracunan.
“Untuk Pemeriksaan kandungan di makanan itu sudah diambil alih oleh Dinkes Pasaman. Sementara kita membantu untuk penanganan pasien yang datang ke rumah sakit dengan semaksimal yang kita bisa” pungkas Resko
Bupati Pasaman, Benny Utama dan Wakil Bupati Sabar As juga langsung bergerak dan melihat langsung kondisi puluhan warganya yang mengalami keracunan makanan tersebut.
Hal ini tentu menjadi catatan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Pasaman agar hal serupa tak terjadi kedepannya.
Terlebih beberapa hari lagi akan memasuki bulan Ramadhan.(*)





















