Kota Solok.sumbartime – Keberhasilan pengelolaan pasar akan terimplementasi pada peningkatan ekonomi masyarakat, oleh karena itu, Pasar sebagai etalase kota harus memiliki pesona tersendiri untuk menjadi daya tarik pengunjung dan penghuni pasar, pungkas ketua DPRD kota Solok, Hj.Nurnisma, Sabtu, (24/9) disela melakukan survei lapangan pekerjaan Revitalisasi Koridor Pasar Raya Solok.
Menurut Hj.Nurnisma, lembaga legislatif setempat sangat mendukung program revitalisasi pasar yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah setempat, karena demokrasi ekonomi akan terwujud apabila pilar pilar ekonomi rakyat seperti pasar dapat dirawat dan dikelola secara maksimal.
Namun sesuai fakta yang ada, program itu sering kali terhenti pada aspek bangunan fisik, dan tidak berlanjut pada branding pasar setelah direvitalisasi, sehingga pesona pasar yang menjadi daya tarik tidak ditemui.
Branding pasar akan sangat terkait dengan bagaimana mengubah pola pikir masyarakat. Pengelola pasar raya Solok atau dinas terkait, harus menata pasar sebaik mungkin dan menciptakan kawasan pasar yang bersih dan higenis.
” Pasar yang kumuh, kotor, dan tidak higenis berdampak pada kurangnya jumlah pengunjung, dan hal itu semakin dilemahkan oleh perkembangan Digitalisasi ” imbuh ketua DPRD kota Solok.
Disela kunjungannya itu Hj.Nurnisma juga menyoroti masalah banyaknya kios yang tidak berfungsi, minimnya jumlah pedagang dilantai II pasar raya Solok merupakan sebuah masalah yang harus ada solusinya.
Terkait dengan hal itu, ketua DPRD kota Solok mengatakan, Dinas Koperindag harus memiliki program tersendiri atau sebuah inovasi yang akan berfungsi sebagai solusi. Jumlah pedagang dan pengunjung akan mempengaruhi PAD yang akan diterima.
” Pasar raya Solok juga bisa dikembangkan sebagai etalase ekonomi kreatif, dan hal itu juga sesuai dengan program nasional yang mendorong UMKM menjadi tulang punggung perekonomian pasca Disrupsi yang disebabkan oleh Pandemi Covid-19 ” pungkas Hj.Nurnisma mengakhiri.
Pada kegiatan itu turut dihadiri oleh ketua komisi I DPRD kota Solok, Rusdi Saleh, dan Deni Nofri Pudung, serta kepala Dinas Koperindag kota Solok, Zulferi, dan beberapa jajarannya.* Ega





















