Kota Solok.sumbartime – Megahnya bangunan pasar raya Solok, ternyata masih menyimpan banyak keluhan dari para penghuni pasar, dan tentunya keluhan itu tidak akan jauh dari fasilitas pasar yang belum terpenuhi, sementara itu disribusi yang diwajibkan menjadi sebuah ketaatan.
Seperti yang diungkapkan oleh AJ, salah seorang pedagang tas dan pakaian anak anak. AJ pedagang sekitar sering disibukan disaat turun hujan. Menurut AJ, walupun peti sebagai tempat dia menjajakan dagangan berada didalam pasar dan dilingkup oleh auning yang ada, namun tetap kehujanan, sehingga harus menutupi dagangannya dengan terpal atau plastik yang berukuran besar.
Selain itu AJ juga mengeluhkan seringnya terjadi kejahilan pengunjung pasar yang meludah dari lantai atas, sehingga air yang keluar dari mulutnya itu menempel didagangan mereka. Kondisi itu tentunya menjadi salah satu faktor yang menyebabkan minimnya transaksi, sehingga pedagang merugi, oleh karena itu, AJ berharap adanya solusi dari pengelola pasar raya Solok atau dari dinas terkait.
Merespon keluhan itu, anggota DPRD kota Solok, Deni Nofri Pudung menyampaikan kepada kepala dinas Koperindag pemerintahan setempat, agar kondisi itu menjadi perhatian khusus dan memberikan solusi dalam waktu dekat.
Keluhan itu disampaikan pedagang disela anggota Komisi I DPRD kota Solok melakukan survei lapangan pekerjaan Revitalisasi Koridor Pasar raya Solok, Sabtu, 24 September 2022. Turut hadir pada kegiatan itu, ketua DPRD kota Solok, Hj.Nurnisma dan ketua komisi I DPRD kota Solok, Rusdi Saleh, serta kepala dinas koperindag kota Solok, Zulferi, serta beberapa jajarannya.
Menurut politisi Partai Demokrat itu, keluhan para pedagang tersebut berkaitan erat dengan perputaran perekonomian, dan jumlah pedagang akan berpengaruh terhadap PAD yang didapatkan. Oleh karena itu, harus menjadi perhatian serius oleh dinas terkait.
Deni Nofri Pudung juga menegaskan kepada dinas Koperindag kota Solok, agar lebih memperhatikan bangunan yang berpotensi besar menyebabkan kebakaran, seperti desig pasar yang dihiasi dengan plastik dan bangunan yang didirikan oleh pedagang yang berbahan kain kayu.
” Pasar raya Solok butuh revitalisasi besar, dan untuk mendirikan pusat perekonomian yang maksimal membutuhkan anggaran yang cukup besar, oleh sebab itu dituntut adanya inovasi atau bersinergi dengan pihak pihak lainnya ” pungkas ketua Partai Demokrat tersebut.
Sementara itu kepada dinas Koperindag kota Solok menerangkan, untuk menjadikan pasar raya Solok sebagai etalase kota yang sempurna, dibutuhkan dukungan dari semua unsur terkait, terutama masalah ketersedian anggaran yang dibutuhkan.
Menurut Zulferi, pasar raya Solok merupakan salah satu penyumbang PAD terbesar yang harus mendapat perawatan dan perhatian bersama, dan begitu juga dengan sebuah program ataupun inovasi, akan berujung terhadap suntikan dana yang sempurna.** Ega




















