SUMBARTIME.COM,- Walikota Bukittinggi Erman Safar terheran saat mendengar keluhan pedagang yang membayar sewa Rp 1 juta per bulannya di Banto Trade Center (BTC).
“Kalau sebesar itu ibu membayar ,lebih baik ibu sewa saja toko.Kan harganya juga kurang lebih sebesar itu”Kata Erman saat inspeksi mendadak (sidak)ke Banto Trade Center,Senin, 23 Mai 2022.
Hal ini ditemukan Erman Safar ,setelah sidak pengerjaan saluran drainase yang membentang dari SMP 1 hingga rumah potong hewan kota itu. Hal tersebut menjadi topik perbincangan ditengah-tengah masyarakat saat ini.
“Banto Trade Center atau Pasar Banto, selesai pembangunannya pada 2008 silam. Ini merupakan sebuah kerjasama antara Pemerintah Kota Bukittinggi dengan PT. Citicon selama 20 Tahun terhitung mulai operasional.”Kata sekretaris koperasi dan UKM kota Bukittinggi Wahyu Bestari saat dimintai keterangan awak media sumbartime.com via WhatsApp.
Kerjasama ini dengan pola Bangun Guna Serah(BGS) Gedung pertokoan ini berada pada HGB diatas HPL yang mana diterbitkan Hak Milik Strata Titel bagi pedagang pemilik tokonya.
Saat ini sangat disayangkan kondisnya, infrastruktur ini, pengelola dalam hal ini PT. Citicon lebih memanfaatkan sebagai pasar tradisional pada basemant dan area parkir luar. sehingga cukup memperburuk warna kota wisata ini.
“Banyak tudingan yang ditujukan kepada Pemerintah Kota Bukittinggi dengan kondisi ini, namun kondisi ini sebenarnya perlu melihat jauh pada perjanjian kerjasamanya.”Wahyu menuturkan.
Infrastruktur yang dahulunya diharapkan dapat menampung ratusan pedagang dan ratusan kendaraan sebagai sebuah solusi bagi permasalahan kota. Yakni peningkatan kebutuhan akan area pedagang dan areal parkir.
Saat ini hanya dimanfaatkan bagi pedagang kebutuhan harian. Sehingga tujuan untuk menyelesaikan permasalahan kota pun belum dapat ditanggulangi secara maksimal.
Pada Senin,23/5/22, Bapak Walikota Bukittinggi dengan didampingi oleh Sekretaris Daerah beserta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Sekretaris DKUKMPD beserta beberapa pejabat.
Terkait dalam kesempatan ini melakukan peninjauan pembangunan drainase primer pada jalan Perintis Kemerdekaan juga melakukan peninjauan langsung ke BTC.
“Beliau melihat langsung infrastruktur yang dikelola oleh pihak ketiga ini. Didapati kondisi kurang maksimalnya pemanfaatan infrastruktur perdagangan ini sehingga permasalahan akan ketersedian tempat untuk berdagang di kota Bukittinggi masih menjadi masalah.”Katanya.
Selain itu sarana parkir kendaraan yang juga masih kosong. Beliau berharap agar ini dapat dimaksimalkan dengan tujuan dapat menghidupkan ekonomi masyarakat dan sekaligus menciptakan suasana kota yang lebih rapi tentunya.
Pemerintah Kota Bukittinggi melalui OPD terkait akan mengkoordinasikan dengan pihak PT. Citikon agar maksud dan tujuan kerjasama diawal dahulu dapat diwujudkan menjadi nyata.”Wahyu mengakhiri. (Alex)

















