SUMBARTIME.COM-Satu insiden terjadi di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh, kawasan Padang Kaduduak, daerah setempat, Selasa (24/5) pagi hari kemaren.
Seorang ibu rumah tangga bernama Jenita terlihat emosi dan berteriak histeris kepada para penghuni kantor tersebut. Jenita berteriak dengan mengatakan jika Kepala Dinas pemilik kantor tidak memiliki hati nurani, jeritnya.
“Kepala Dinas tidak memiliki hati nurani!. Pecat secara sepihak anak dan menantu saya tanpa memiliki alasan jelas”, ujar wanita tersebut yang diketahui bernama Jenita.
Sementara di dekatnya, seorang wanita muda dalam kondisi hamil tua yang merupakan anak dari Jenita bernama Abel, terlihat menangis sesunggukan terduduk lemas dalam pelukan seorang pria bernama Rio yang merupakan suaminya.
Pada insiden tersebut, suasana dalam ruangan kantor terlihat cukup mencekam. Disaat Jenita menjerit histeris sambil melontarkan emosinya, para penghuni ruangan yang merupakan pegawai kantor hanya terdiam membisu.
Dari informasi yang berhasil di himpun ditempat kejadian, bermula dari kedatangan Abel dan Rio dua orang suami istri (Pasutri) mantan Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh yang dipecat secara sepihak oleh atasannya itu, bersama orang tuanya bermaksud hendak menemui Kepala Dinas Yunida Fatwa.
Rencananya, Abel dan Rio selain ingin mengklarifikasi alasan jelas dari pemecatan yang mereka alami secara sepihak juga meminta surat pemberhentian mereka kepada Kepala Dinas untuk keperluan mengurus adminstrasi jelang masa persalinan.
Namun hampir 1,5 jam lebih Abel dan Rio bersama Jenita menunggu kehadiran Kepala Dinas yang sedang berada di Lantai II, yang bersangkutan tidak pernah muncul melayani dan menerima mereka sebagai tamu. Sebelumnya menurut salah satu staf di kantor tersebut menjelaskan jika Kepala Dinas Yunida Fatwa sedang ada kegiatan di Lantai II dan meminta Abel dan Rio berserta keluarga lainnya menunggu di ruang tamu.
Namun, setelah cukup lama menunggu kedatangan Kepala Dinas, alih alih yang bersangkutan mau menemui, akan tetapi sang kepala dinas justru dengan terburu buru langsung ngacir melalui pintu lain masuk ke dalam kendaraan dinasnya dan bermaksud meninggalkan lokasi kantor.
Terkait kaburnya kepala Dinas itu, oleh pihak Abel dan Rio sempat berusaha mencegah dan menghadang kendaraan Dinas yang ditumpangi Yunida Fatwa jelang meninggalkan lokasi kantor. Bahkan Jenita orang tua dari Abel sempat bermohon agar sang Kepala dinas bisa meluangkan waktunya barang semenit untuk mengkonfirmasi kapan bisa bertemu untuk membicarakan persoalan Abel dan Rio.
Namun usaha yang dilakukannya gagal total. Sang Kepala Dinas tak mengacuhkan permintaannya dan langsung tancap gas. Mirisnya, Jenita yang berusaha membuak pintu mobil sang Kepala Dinas, nyaris terserempet kendaraan yang secara tiba tiba langsung melaju.
Sementara Abel yang melihat orang tuanya hampir diserempet mobil dinas mantan atasannya itu, langsung keluar dari kantor dan menangis histeris ketakutan dan meminta orang tuanya, untuk pasrah dan mengalah saja. Dalam tangisnya, Abel mengatakan jika kondisi fisik dan dirinya sedang tidak baik baik saja. Dirinya kuatir jika insiden yang baru saja ia saksikan itu akan berpengaruh kepada jabang bayi yang ada dalam kandungannya.
Melihat Abel menangis dan nyaris lemas, Jenita langsung menghampiri dan memegangi anaknya. Saat itulah salah satu staf kantor menjelaskan jika Kepala Dinas terburu buru karena akan menghadiri rapat di DPRD Kota Payakumbuh. Namun Jenita kepada salah satu staff itu mengatakan jika dia hanya perlu semenit untuk memastikan jadwal duduk bersama menuntaskan persoalan anak dan menantunya yang dipecat secara sepihak dengan alasan yang tidak jelas.
Diduga tidak mendapatkan jawaban pasti terkait menanyakan kapan bisa duduk bersama dengan pihak Dinas dari staf pegawai kantor, Jenita tersulut emosi, hingga terjadilah insiden dia berteriak menyebutkan jika Kepala Dinas tidak punya hati nurani memecat anak dan menantunya hanya melalui lisan saja dan tanpa memiliki alasan yang jelas di dalam ruangan kantor.
Terpisah, awak media yang ada di lokasi kejadian, sempat berusaha menghubungi Yunida Fatwa sang Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh mengklarifikasi persoalan dua THL yang dipecat dan diduga diberhentikan akibat “dendam terselubung” dari “penguasa kota” terhadap Jenita yang berefek dengan diberhentikannya Abel serta Rio sebagai THL yang diketahui merupakan anak serta menantu dari Jenita sendiri.
Akan tetapi sampai berita ini diturunkan, untuk yang kesekian kalinya awak media belum berhasil menghubungi dan mendapat balasan respon dari sang Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindrustian Kota Payakumbuh tersebut. (aa)



















