SUMBARTIME.COM, BUKITTINGGI (23/1/2022) — Rencana Pemerintah Kota Bukittinggi membuat Awning atau Kanopi di Jl Minangkabau, sebagai kawasan Pasar Malam (Night Market) bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) sedikit ada riak.
Hal itu terdapatnya kurang dari 10 orang yang mengatasnamakan Syarikat Pedagang dan Pemilik Toko Jl Minangkabau, Bukittinggi melakukan aksi dengan berfoto bersama spanduk bertuliskan “wali kota dengarkan kami, batalkan awning / kanopi & night market Jl Minangkabau. Ini mendzalimi kami, wargamu” pada Sabtu (22/1/2022).
Baca Juga : 3 Pasang Muda Mudi Ditemukan Tidur Dalam Kios Petak Toko Pasar Atas Bukittinggi
Usai beraksi dengan berfoto, kelompok orang tersebut diketahui salah satunya adalah Pengurus Syarikat Pedagang dan Pemilik Toko Jl Minangkabau, Muhammad Fadhli dengan beberapa orang lalu memasang spanduk tersebut membelah jalan, yang kedua sisi kiri dan kanan diikat tali kebagian atas bangunan.
Disamping itu, juga memasang stiker yang bertuliskan “Kami Syarikat Pedagang dan Pemilik Toko Jalan Minangkabau, Menolak Keras Pembuatan Awning / Kanopi & Night Market di Jalan Minangkabau oleh Pemkot Bukitinggi”.
Baca Juga : Exs Penampungan Pasar Atas Bukittinggi Tempat Muda Mudi Tidur Bareng Dibersihkan
Fadli kepada wartawan mengatakan, keberatan pemasangan Awning / Kanopi, cahaya matahari tidak bisa didapatkan lagi, artinya dengan pemasangan Awning / Kanopi tidak mendapatkan cuaca yang seperti biasanya.
Aksi yang dilakukan Muhammad Fadhli berserta sejumlah orang lain itu, tampak tidak berpengaruh kepada pengunjung yang melewati kawasan itu. Sejumlah toko di sepanjang jalan kawasan tersebut terlihat biasa sebagaimana melayani konsumen yang datang ke toko mereka.
Mendukung
Berbeda dengan Muhammad Fadhli, berapa orang pelaku usaha toko di Jl Minangkabau ketika ditelusuri para awak media terkait wacana Pemerintah Kota Bukittinggi memasang Awning / Kanopi mendukung rencana tersebut.
Ditempat terpisah Bpk. Yelrizon. Camat guguk panjang kota Bukittinggi, menjelaskan pada awak media, kami selaku camat Guguk panjang mendukung seluruh program dan pembangunan yg dilaksanakan di wilayah kecamatan guguk panjang karena hasil dari pembangunan tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota Bukittinggi, baik itu dalam rangka memperindah kota sebagai tuntutan Bukittinggi sebagai kota wisata maupun melengkapi sarana prasarana dalam meningkatkan perekonomian masyarakat kota Bukittinggi,ditambahkan oleh Hendra Anthony Hatta. Lurah Benteng pasar atas kota Bukittinggi : Night market, bisa menjadikan destinasi wisata baru bisa menjadi magnet untuk orang datang ke Bukittinggi.
“Setiap kebijakan yang di rencanakan oleh pemerintah, khususnya Kota Bukittinggi, ini sudah melalui proses panjang menyangkut dinas-dinas terkait, kami sebagai pelaku usaha disini percaya pemko sudah mengkaji solusi-solusi terbaik untuk kami. Saya pribadi mendukung hal itu,” kata Uh (55) salah satu pedagang toko di Jl Minangkabau.
PKL Berjualan
Konsep “Minangkabau Street Night Market” atau Pasar Malam Jl Minangkabau sebagaimana pernah disampaikan Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar ketika masih berkampanye untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilakada) 2020, bahwa kawasan Pasar Malam di Jl Minangkabau ditujukan bagi PKL maupun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Hal itu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka yang tidak mendapatkan tempat untuk berdagang di kawasan Jam Gadang.
Melalui Pasar Malam Jl Minangkabau itu, PKL dapat berdagang saat malam hari di sekitaran pusat keramaian kota, yakni Jam Gadang.
“Kawasan Jam Gadang itu siang dan malam selalu ramai, begitu juga Jalan Minangkabau, berhadapan langsung dengan Jam Gadang,”
“Ketika pertokoan di sana sudah tutup, kawasan itu kita manfaatkan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang tidak memiliki toko seperti PKL mau pun UMKM mencari penghidupan. Di sana agar terangkat kesejahteraannya,” ujar Erman, saat kampanye Pilkada. (Alex)



















