SUMBARTIME.COM-Ramainya penolakan masyarakat Sumatra Barat terkait kedatangan ratusan rombongan wisatawan asal Tiongkok yang masuk ke Ranah Minang, kembali Wakil Gubernur Nasrul Abit angkat bicara.
Melalui akun Twitternya yang diunggah pada Minggu 26 Januari 2020, pukul 17.35 WIB, Wakil Gubernur Sumatra Barat itu menulis dengan mengatakan; “Bismillahirrahmanirrahim, saya sore ini sedang berkodinasi selaku pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan mengambil keputusan terkait wisatawan Asal Tiongkok yang berkunjung. Mengakibatkan gejolak Masyarakat. semoga keputusan yang akan diambil akan mewakili suara masyarakat. Wass”
Dari cuitan Nasrul Abit tersebut, publik menilai jika Kepala daerah itu diduga akan mempertimbangkan keberadaan rombongan wisatawan asal Tiongkok yang rencananya akan melakukan kunjungan wisata di beberapa daerah Kawasan Sumbar selama 5 hari.
Tentu saja cuitan Nasrul Abit melalui akun twitternya itu membawa angin segar bagi masyarakat Sumbar. Publik berharap agar Pemrov Sumbar mempertimbangkan kembali keberadaan ratusan turis asal Tiongkok China yang dikuatirkan terpapar virus Corona.
Bahkan Masyarakat Sumbar sebelumnya sangat berharap dan meminta kepada Pemerintah Propinsi agar segera secepatnya membatalkan izin keberadaan rombongan wisatawan Tiongkok dan memulangkan mereka kembali ke Negara asalnya.
Sebelumnya seperti diketahui, Minggu (26/1) pagi, warga Sumbar bergejolak dan heboh saat ratusan pelancong asal Tiongkok mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Warga Sumbar semakin kesal dan kecewa dengan sikap Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang terkesan memperlakukan para wisatawan tersebut dengan sangat istimewa melakukan acara sambutan dengan tarian Pasambahan dan Carano.
Tentu saja sikap pelayanan istimewa Gubernur terhadap rombongan turis Tiongkok di tengah tengah kecemasan dan ketakutan warga akan bahaya virus Corona menimbulkan tanda tanya besar bagi warga. Masyarakat mengatakan baru kali ini terjadi di Sumbar rombongan wisatawan disambut dengan tarian tradisonal dan pasembahan secara adat dengan menyuguhkan Carano oleh Kepala Daerah.
Sebab menurut warga Sumbar lagi, jika ratusan turis Tiongkok yang datang itu hanya sebagai pelancong biasa dan bukan rombongan investor ataupun Pejabat Pemerintahan di Negara asalnya, ungkap mereka di media sosial.
Kekecewaan masyarakat Sumbar terhadap pemimpinnya tersebut tergambar dan terpapar di akun akun sosial media. Mereka mengkritisi sikap Gubernur mereka yang dinilai berlebihan menyambut dan melayani rombongan turis tanpa menghiraukan kecemasan dan ketakutan rakyatnya akan bahaya virus Corona yang sangat mematikan.
Bahkan puluhan masyarakat serta Ormas Islam di Bukitinggi yang tergabung dalam GNPF Ulama Bukitinggi dan Agam saat melakukan aksi unjuk rasa menolak keberadaan rombongan turis Tiongkok pada Minggu (26/1) sore hingga malam harinya, juga mengungkapkan kekecewaan dan kekesalan mereka kepada Kepala Daerah Sumbar yang dinilai cukup berlebihan menyambut kedatangan para wisatawan tersebut. (tim)




















