22 Sekolah Terdampak, Alumni SMA1-82 Padang Bantu Fasilitas Belajar

Limapuluhkota, sumbartime.com — Musibah banjir yang melanda Kabupaten Limapuluh Kota berapa waktu lalu, tercatat merendam 22 unit sekolah yang tersebar di 11 wilayah kecamatan.

Iklan

Dampak musibah itu, tidak sedikit mobilier sekolah, buku tulis dan buku pelajaran hancur akibat digenangi air dan lumpur. Peduli atas kondisi itu, Ikatan Alumni Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Padang angkatan 1982 (Alumni SMA1-82).

Mereka mengantar langsung bantuan kepada sekolah yang terkena dampak banjir. Salah satunya, di Sekolah Dasar (SD) Negeri 10, Jorong Koto Panjang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Sabtu (25/3) kemarin.

Fidel Andrianto pengurus Alumni SMA1-82, kepada wartawan mengatakan, bantuan yang diantar itu berupa buku pelajaran yang terdiri dari seluruh mata pelajaran SD.

“Melihat kondisi kerusakan yang dialami SD 10, kami seluruh anggota Alumni SMA1-82 sepakat memberikan bantuan berupa buku-buku pelajaran SD, karena semua buku pelajaran disekolah ini habis direndam banjir,” ujarnya.

Fidel menyebut, buku-buku mata pelajaran itu diantaranya buku Ilmu Pengetahuan Alam(IPA/Sains), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Bahasa Indonesia dan buku pelajaran lainnya.

“Seluruh buku-buku mata pelajaran itu masing-masing diserahkan kepada kelas I sampai Kela IV,” ungkapnya.

Selain buku mata pelajaran, IKA-SMA1 angkatan 82 Padang juga membantu satu unit lemari filling cabinet serta 5 kaleng Cat yang berisa 25 Kg, berikut dengan peralatannya, termasuk memberikan upah kepada tukang yang akan melakukan pengecatan.

Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi bersyukur atas perhatian masyarakat kepada korban bencana. Bantuan mobilier sekolah serta buku pelajaran dari Alumni SMA1-82 Padang, diharapkan akan membantu proses belajar di SD Negeri 10 Pangkalan.

Dampak banjir, kata Irfendi, menghancurkan berbagai macam mobilier sekolah, termasuk dengan buku-buku mata pelajaran. Padahal, buku-buku itu sangat diperlukan bagi pelajar sebagai pedoman dan bahan untuk menuntut ilmu.

“Setidaknya upaya kita bersama membangkitkan kembali mental pelajar pasca bencana banjir melanda,” ujar Irfendi. (ARY/Rel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here