BUKITTINGGI – Sejumlah nama mencuat sebagai kandidat pengganti H. Chairunnas, SE, sang petahana yang masih berpeluang maju kembali lantaran AD/ART PMI tak lagi membatasi periodesasi jabatan.
Walau suksesi kepemimpinan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi masih delapan bulan lagi, suhu politik kemanusiaan mulai mengapung di ruang publik kota ikonik Jam Gadang.
Beberapa figur yang mengapung antara lain Fauzan Haviz (tokoh muda Partai Ummat), H. Ibrayaser (anggota DPRD dari PKS), Herman Syofyan (mantan Ketua DPRD), hingga pendatang baru yang langsung mencuri perhatian, H. Zulhamdi Nova Candra IB, Amd, Pangulu Alam, Ketua DPD NasDem Kota Bukittinggi sekaligus Wakil Ketua DPRD.
Nama Zulhamdi dinilai pantas dikedepankan. Selain berlatar politisi, ia dikenal sebagai penghulu yang menjunjung tinggi nilai raso dan pareso dalam setiap keputusan.
“PMI adalah lembaga terhormat, menyangkut langsung hajat hidup orang banyak. Dari setetes darah, banyak nyawa diselamatkan,” ujarnya.
Zulhamdi juga mengapresiasi kepemimpinan H. Chairunnas yang dianggap sukses membawa PMI Bukittinggi berprestasi, mulai dari akreditasi hingga penghargaan Kemenkes RI.
“Standar yang ditinggalkan sangat tinggi. Tak mudah menggantikannya,” kata Zulhamdi, seraya menyatakan siap jika amanah itu diberikan.
PMI Kota Bukittinggi sendiri dikenal aktif melampaui batas wilayah, dari misi kemanusiaan di Jawa Barat, NTB, Pasaman Barat, Malampah, Bukik Batabuah, hingga Malalak.
Di bawah komando Chairunnas, PMI membuka dapur umum, membangun hunian sementara, mendirikan posko bencana, serta menyalurkan bantuan ratusan juta rupiah. Tak ketinggalan, layanan prima 24 jam gratis seperti ambulans dan ambulans jenazah bagi warga ber-KTP Bukittinggi.
Menarik untuk disimak, siapa yang kelak menahkodai PMI di Kota Wisata ini, apakah melanjutkan estafet prestasi, atau menorehkan babak baru kemanusiaan. **


















