WAKAPOLDA Gadungan Diringkus Satreskrim Solok Kota, Modus Bisa Loloskan Tes Polisi

Wakapolda gadungan dan bukti transfer

SUMBARTIME.COM-WakaPolda Gadungan yang mengaku bertugas di Propinsi Lampung diringkus Satreskrim Polres Solok Kota, Rabu (16/9) malam sekira pukul 22.00 WIB.

Perwira gadungan bernisial DH (49) warga Kelurahan KTK, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok. tersebut ditangkap di kawasan Tikalak Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.

Iklan

Pasalnya, pelaku diduga telah melakukan tindakan penipuan terhadap salah seorang warga Jorong Simpang IV Nagari Batu Bajanjang Kecamatan lembang Jaya, berinisial IW (50).

Adapun penipuan yang dilakukan oleh pelaku dengan dibantu oleh seorang temannya berinisial E yang kini masih buron (DPO) yakni bisa memasukan dan meluluskan anak korban tes masuk polisi dengan bayaran Rp 100 Juta.

Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi, melalui Kasat Reskrim Iptu Defrianto, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya pelaku inisial DH yang diduga telah melakukan tindakan penipuan berhasil diringkus oleh polisi, bebernya, Jumat 18 September 2020.

Di jelaskan kronologi berawal dari perkenalan korban dengan salah satu pelaku inisial E pada Mai 2020, yang kini masih buruan polisi, beberapa waktu yang silam. Dari hasil bincang bincang korban dan pelaku terungkap keinginan korban ingin memasukan anaknya sebagai anggota polisi.

Saat itu E, mengatakan bisa memasukan dan menjamin anak korban lulus tes polisi dengan mengatakan bahwa pamannya (DH) adalah seorang WAKAPOLDA Lampung. E meminta korban agar segera menghubungi pamannya dengan memberikan nomor telepon.

IW yang polos tak menyadari akan menjadi korban penipuan tanpa curiga langsung menghubungi DH yang mengaku dan berpura pura sebagai Wakapolda. Saat itu dari hasil pembicaraan, korban diminta oleh DH untuk menyetor sejumlah uang sebanyak Rp 100 Juta, dengan cara menyicil.

Saat itu korban meyanggupi permintaan pelaku asal anaknya lulus tes masuk polisi. Selanjutnya dengan cara menyicil korban mentransfer uang kepada pelaku hingga mencapai di kisaran Rp 106.900.000.

Namun hingga uang telah dikirim dan ditransfer, ternyata anak korban tidak lulus tes polisi. Korban yang kecewa lalu menghubungi pelaku. Namun mulai saat itu pelaku sudah tidak bisa lagi dihubungi.

Sadar menjadi korban penipuan, korban langsung melaporkan peristiwa yang dia alami ke Polres Solok Kota dengan nomor laporan, LP 127/B/IX/2020/Polres Solok Kota, tanggal 16 September 2020.

Polisi yang mendapatkan laporan, langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan tidak sampai 24 jam, salah satu pelaku inisial DH berhasil diringkus. Sementara untuk pelaku E masih dilakukan pengejaran, papar Defrianto. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here