BUKITTINGGI – Sebanyak 60 peserta yang terdiri dari SPPI, TSL Puskesmas, serta Mitra SPPG, mengikuti Pertemuan Percepatan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Tahun 2025.
Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi tersebut berlangsung di salah satu hotel berbintang di Bukittinggi, Rabu (10/12/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Andrian, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa keberadaan SPPG di kota tersebut sejauh ini berjalan baik dan tidak ditemukan kasus keracunan pangan.
“Alhamdulillah hingga saat ini tidak ada laporan kasus keracunan yang terjadi di SPPG Bukittinggi. Mudah-mudahan ke depan seluruh operasional SPPG tetap berjalan lancar tanpa kendala,” ujarnya.
Ramli menjelaskan bahwa hadirnya Program MBG (Makanan Bergizi untuk Generasi) dari pemerintah pusat turut membantu pemerintah daerah dalam menangani berbagai persoalan kesehatan masyarakat, seperti gizi buruk, stunting, hingga kekurangan energi pada ibu hamil.
Menurutnya, penguatan kualitas SPPG tidak hanya penting dari sisi pelayanan, namun juga dari aspek keamanan pangan yang harus memenuhi standar.
Hingga akhir tahun 2025, Kota Bukittinggi telah memiliki 18 SPPG, dengan rincian 13 SPPG sudah beroperasi, dan 5 lainnya masih dalam proses perizinan serta persiapan bangunan.
Dari total tersebut, 14 SPPG telah memiliki petugas bersertifikat pelatihan keamanan makanan dan sertifikat penjamah makanan, sehingga dinilai siap memberikan pelayanan sesuai ketentuan.
Namun, proses perizinan tidak berhenti pada sertifikasi petugas saja. Ramli menyebut bahwa aspek lain seperti pemeriksaan Inspeksi Kualitas Air (IKL) juga menjadi syarat penting.
Saat ini baru 10 SPPG yang mengajukan pemeriksaan IKL, dan dari jumlah tersebut hanya 3 yang dinyatakan memenuhi syarat dari total 18 SPPG yang ada.
“Pemeriksaan air dan bahan makanan menjadi bagian vital dalam menjamin keamanan pangan di fasilitas SPPG. Kami terus mendorong semua pengelola untuk segera melengkapi persyaratan tersebut,” tambahnya.
Melalui pertemuan percepatan SLHS ini, DKK Bukittinggi berharap seluruh SPPG dapat memenuhi standar higienis dan sanitasi, sehingga pelayanan gizi bagi masyarakat, terutama kelompok rentan dapat dilakukan secara optimal, aman, dan berkelanjutan. (Aa)
















