BUKITTINGGI – Proses seleksi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kota Bukittinggi mencuatkan fakta mengejutkan.
Tes urine yang digelar Pemko Bukittinggi bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat terungkap tidak berjalan mulus.
Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Rismal Hadi, mengonfirmasi adanya sejumlah calon pegawai yang justru melarikan diri saat pemeriksaan berlangsung.
“Ada indikasi sejumlah calon kabur ketika akan dilakukan pengujian tes urine oleh Pemko bekerjasama dengan BNNP Sumbar kemarin,” ujar Rismal kepada wartawan, Selasa (16/9/2025).
Lebih jauh, Rismal memaparkan hasil sementara yang mengejutkan: BNNP melaporkan ada 9 orang terindikasi sebagai pengguna narkoba, sementara 14 orang lainnya kabur meski sudah mengisi daftar absensi pemeriksaan.
“Ini fakta mencengangkan, namun semua hal itu masih menunggu tindak lanjut dari BKN melalui tahapan seleksi berikutnya,” jelasnya.
Integritas Calon Pegawai Dipertaruhkan
Menurut Rismal, tes urine ini merupakan langkah wajib untuk memastikan integritas dan profesionalisme calon pegawai.
Selain itu, sejumlah ketentuan lain juga diberlakukan, seperti larangan memiliki tato, tindik telinga bagi laki-laki, serta kewajiban menyertakan surat pernyataan bebas pidana dari pengadilan.
“Tujuannya jelas, kita ingin membentuk lingkungan kerja yang sehat, disiplin, dan bebas dari narkoba,” tegasnya.
Syarat Mutlak Kelolosan
Tes urine untuk seleksi pegawai bukan sekadar formalitas. Jika calon terbukti positif narkoba, otomatis mereka gagal dalam proses seleksi. Bahkan peserta yang kabur pun akan terancam tidak bisa melanjutkan tahapan berikutnya.
Tes ini dilakukan oleh instansi berwenang seperti BNN maupun tenaga medis dari rumah sakit pemerintah. Peserta juga diwajibkan melaporkan jika sedang mengonsumsi obat resep dokter untuk menghindari kemungkinan hasil positif palsu.
Pesan Kuat Pemko Bukittinggi
Kasus kaburnya peserta tes urine serta temuan indikasi narkoba menjadi alarm keras bagi upaya membangun birokrasi bersih di Bukittinggi.
Pemerintah Kota bersama BNN menegaskan komitmen untuk tidak memberi ruang bagi penyalahgunaan narkoba di tubuh aparatur sipil negara.
“Integritas calon pegawai adalah harga mati. Seleksi ini bukan hanya mencari tenaga kerja, tapi membangun pondasi pemerintahan yang sehat,” tutup Rismal. (Aa)


















