Terindikasi Populasi Kaum LGBT di Sumbar Meningkat, Lebih Memilih Tempat Indekos Sebagai Sarana

GAMBAR ILUSTRASI

SUMBARTIME.COM-Saat ini pilihan paling favorit bagi pecinta LGBT di Sumbar, terutama kaum gay melakukan aktifitas seks nyeleneh mereka adalah kamar kos kosan. Hal ini berbeda pada tahun tahun sebelumnya yang lebih memilih berkencan di pub pub serta kafe.

Hal itu diungkapkan oleh Perhimpunan Konselor VCT dan HIV AIDS Indonesia yang melakukan penelitian di Sumatera Barat. Dari hasil survei terhadap 150 koresponden yang terdeteksi sebagai komunitas LGBT dari Februari- April 2018, menyebutkan lebih 50 persen kaum seks nyeleneh tersebut melakukan hubungan intim di kamar indekos, ujar Alfikri di Padang, Senin (23/04).

Iklan

Selain tempat indekos, pilihan lainnya adalah, wisma, hotel serta, rumah orang tua dari pelaku seks meyimpang tersebut. Adapun intensitas mereka melakukan hubungan badan minimal sekali seminggu, ulasnya lagi.

Adapun status sosial mereka, menurut penelitian Konselor VCT lagi, adalah PNS, Karyawan swasta, Pedagang dan Mahasiswa. Adapun penyebab mereka melakukan hubungan seks menyimpang adalah 14% dikarenakan pernah dikecewakan oleh pasangan lawan jenis mereka. 13,8% karena bergaul dalam komunitas LGBT, dan khusus untuk kaum gay, 8,2% pernah di sodomi sewaktu kecil.

Dan selanjutnya dari hasil penelitian lagi, 58,7% mereka berinteraksi melalui sosmed, dan pengenalan secara langsung sebanyak 21,7%. Adapun yang berinteraksi dalam Facebook, sebanyak 41,8 persen, WhatsApp 18,9 persen, Twitter 6,6 persen, Wechat 18,9 persen dan lain-lain 13,8 persen, papar Alfikri lagi.

Ini artinya tingkat bahaya seks menyimpang di Sumatra Barat, sudah sampai pada taraf sangat mengkuatirkan. Terindikasi populitas kaum LGBT di Sumbar makin meningkat dan sudah level yang sangat mencemaskan bagi calon generasi penerus bangsa.

Sementara itu, menurut data yang dihimpun dari Kementerian Kesehatan terdapat 10.376, kasus HIV baru pada periode Januari sampai Maret 2018 di Sumbar dengan persentase lelaki suka lelaki sebesar 28 persen.

Namun data tersebut dibantah oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. Menurutnya dat yang disampaikan oleh Konselor VCT dan HIV AIDS Indonesia itu baru estimasi dan belu data real. Ditambahnya lagi, Sumatra Barat merupakan daerah yang kuat dengan sendi agamanya, dan sangat menolak kehadiran LGBT, tukasnya mengatakan. (tim)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here