Kota Solok.sumbartime – Bertempat diruang komisi I DPRD kota Solok, Rabu, 19 Oktober 2022, Taufiq Nizam menerima kunjungan perwakilan pengurus dan perwakilan pelatih seluruh Dojo Federasi Kempo Indonesia (FKI) cabang kota Solok.
Dalam pertemuan itu, Irwan Hanafi dan Sempai Zul Handri menyampaikan kesepakatan bersama FKI cabang kota Solok, meminta politis PKS itu untuk memimpin organisasi olahraga profesi tersebut.
Menurut Irwan Hanafi, kepercayaan yang diberikan itu, adalah berdasarkan kesepakatan bersama yang diputuskan dalam musyawarah pengurus dan pelatih Dojo FKI se kota Solok.
” Kepercayaan ini kami lahirkan bersama dalam musyawarah FKI cabang kota Solok, dan ini adalah keputusan yang sangat tepat ” imbuh Irwan Hanafi yang sehari harinya mengabdi di UMMY Solok sebagai dosen program studi Biologi.
Lebih jauh dosen itu menerangkan, FKI Cabang kota Solok telah berdiri selama empat tahun, yang merupakan pengembangan atau pemisahan diri dari Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia (Perkemi), dan dalam usianya itu, akan dilakukan pembenahan yang tersistim untuk perkembangan FKI kedepan.
Karena usianya itu, FKI belum terdaftar sebagai salah satu cabang olahraga di KONI kota Solok, hingga beranjak diusia lima tahun, serta telah mengadakan beberapa event disetiap tahunnya.
” Kita harus menunggu sampai usianya genap 5 tahun, dan setelah itu FKI akan tergabung menjadi salah satu cabang olahraga pada KONI kota Solok ” imbuh Irwan Hanafi.
Menyikapi amanah yang diberikan itu, Taufiq Nizam mengaturkan ucapan terimakasih kepada segenap pengurus FKI kota Solok, dan dikatakannya, kepercayaan itu adalah kehormatan yang harus dihargai.
” Secara prinsip, saya menerima dan menyetujuinya, karena ini adalah sebuah kehormatan, namun pengurus FKI jangan menutup peluang untuk tokoh atau potensi lain yang akan membesarkan organisasi olahraga profesi ini ” kata Politisi tersebut.
Taufiq Nizam mengakui, telah banyak organisasi yang digelutinya, namun untuk menjadi pengurus dalam organisasi olahraga, berkemungkinan ini yang pertama, dan belum banyak ilmu yang didapatkan, berdasarkan dari kekurangan yang ada, membutuhkan waktu untuk memastikannya.
” Permintaan ini adalah aspirasi masyarakat yang harus difasilitasi, dan saya meyakini, FKI juga memiliki peluang besar untuk berkembang dikota Solok ” imbuhnya mengakhiri.
Shorinji Kempo adalah olahraga beladiri asal negara Jepang yang didirikan oleh So Doshin pada 1947 silam. Di Indonesia Senin beladiri itu diadopsi oleh Sensei Utin Sahraz (almarhum), Sensei Indra Kartasasmita, dan Sensei Ginanjar Kartasasmita, dan didirikan dengan nama Perkemi, hingga sekarang terpecah dengan nama lain FKI.** Ega




















