Sebar Foto Hot Mantan Pacar ke Sosmed, Pria Agam ini Diringkus Satreskrim Polres Payakumbuh

tersangka penyebar foto asusila

SUMBARTIME.COM-Ada saja ulah seorang pemuda inisial AA alias Deni berusia hampir 18 tahun warga Jorong Ladang Laweh, Nagari Ladang Laweh, Kecamatan Banuhampu, Agam ini.

Lantaran sakit hati diputus pacarnya, nekad mengirimkan foto hot mantan ke kasihnya ke medsos beberapa kali. Akibatnya, pemuda pengangguran tersebut, harus berurusan dengan hukum.

Iklan

AA ditangkap Satreskrim Polres Payakumbuh pada Kamis (8/10) dinihari, sekira pukul 02.40 WIB atas lapolan pihak keluarga korban yang tidak senang foto tanpa busana anaknya warga Payakumbuh Barat, tersebar di media sosial.

Menurut Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira, melalui Kasatreskrim AKP M.Rosidi menjelaskan pelaku penyebar foto syur seorang wanita yang masih bawah umur inisial NS tersebut diringkus di kediamannya kawasan Nagari Ladang Laweh, Banuhampu, Agam.

Barang bukti berupa ponsel merek Vivo Y 12 Warna Hitam dengan nomor imei 1: 867481045688870 dan nomor imei 2: 867481045688862 milik pelaku sebagai alat untuk menyebarkan foto asusiala tersebut juga ikut disita.

Di jelaskan setelah dilakukan proses pemeriksaan, pelaku mengakui jika dirinya telah menyebarkan foto syur mantan pacarnya tersebut ke sosmed sebanyak 4 kali sejak Agustus 2020 hingga September 2020. Adapun rekaman yang dia bagikan atau dia transmisikan ke sosial media adalah rekaman video Call antara dirinya dengan korban yang tanpa busana.

Atas perbuatannya tersebut pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dijerat dengan Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Adapun motif pengakuan tersangka menyebar foto syur NS yang dia anggap bekas pacarnya tersebut lantaran sakit hati karena ditinggal dan diputus kekasih. Uniknya walau tersangka mengaku pernah pacaran selama kurang lebih 2 minggu dengan korban, namun diantara mereka belum pernah saling bertemu.

Mereka hanya bertemu dan saling berkomunikasi melalui sosial media, papar Rosidi menjelaskan. (rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here