Satreskrim Polres Payakumbuh Ringkus Dua Pelaku Penipuan Dengan Modus Batu Merah Delima Sakti

dua pelaku penipuan berhasil diringkus

SUMBARTIME.COM-Dua orang pelaku penipuan dengan modus menawarkan batu merah delima nan sakti berhasil digulung Satreskrim Polres Payakumbuh, Selasa (26/5) siang.

Dua pelaku masing masing, Dd (33) dan GY (40) warga Sarilamak dan Tarantang, Harau, Kabupaten Limapuluh Kota diringkus di kediaman masing masing atas laporan beberapa korban yang berhasil mereka tipu.

Menurut Kapolres Payakumbuh AKBP Donny Setiawan yang didampingi Kasat Reskrim AKP M Rosidi dan Kanit Tipiter Ipda Fika Putri, menjelaskan jika kedua pelaku telah melakukan aksi tindak pidana penipuan dengan modus berpura pura ingin menjual batu merah delima palsu milik mereka yang dikatakan sakti untuk berbagai keperluan kepada para korban.

Adapun modus operandi yang mereka lakukan yakni masing masing pelaku memiliki peran yang berbeda. Saat salah satu dari mereka berhasil mendekati calon korban, pelaku yang satunya lagi dengan berpura pura tidak saling mengenal ikut mendekat di samping korban.

Selanjutnya, pelaku pertama inisial Dd yang berhasil mendekat kepada korban mulai melancarkan tipuannya dengan mengatakan batu merah delima miliknya memiliki kesaktian yang bisa dipergunakan untuk keperluan apa saja. Untuk meyakini si calon korban, pelaku pertama tersebut melakukan atraksi dengan memasukan batu merah delima palsu yang telah dimodifikasi dengan diberi baterai ke dalam air.

Ketika batu merah delima palsu itu berada dalam wadah berisi air selanjutnya pelaku menekan benda tersebut dengan jari sehingga mengeluarkan cahaya berwarna merah yang ikut menyinari wadah berisi air tersebut.

Saat calon korban mulai terpengaruh dengan atraksi murahan si pelaku Dd, pelaku kedua inisial GY pun mulai berpura pura ikut terpengaruh dan berusaha untuk meyakini koban jika batu merah delima itu memiliki kesaktian.

Saat korban sudah masuk perangkap dan ingin memiliki batu merah delima sakti itu, maka pelaku GY pun ikut berpura pura ingin memilikinya juga sehingga Dd mengundi korban dan GY dengan cara menyuruh keduanya untuk melaksanakan sholat hajat bergantian untuk mengetahui siapa yang berjodoh dengan batu tersebut.

Sementara masih menurut Dd lagi, syarat menjalankan ritual ibadah para calon penerima batu merah delima itu harus menanggalkan semua semua harta benda yang ada di badan masing masing dengan cara dititipkan kepadanya.

Awal mula melakukan ritual tersebut adalah GY, dengan berpura pura serius dirinya melaksanakan sholat hajat. Setelah selesai selanjutnya si calon korban pun melaksanakan sholat hajat dengan tidak lupa menitipkan harta benda yang dia bawa kepada pelaku pertama.

Saat korban melaksanakan ritual Sholat Hajat itulah, kedua pelaku langsung kabur dengan melarikan harta benda korban yang sempat dititipkan. Sementara korban setelah selesai melaksanakan ritual, hanya bisa terperangah dan sadar jika dirinya telah tertipu ketika mengetahui kedua pelaku telah pergi.

Sadar jika dirinya telah menjadi korban penipuan, selanjutnya korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polisi.

Dari laporan yang masuk serta pengakuan dari kedua pelaku, ada 4 orang korban yang telah menjadi sasaran modus operandi mereka, dengan tempat serta waktu yang berbeda.

Adapun masing masing titik lokasi modus penipuan yang mereka lakukan yakni di Kawasan Mesjid Ansyarullah Muhammadiyah Kota Payakumbuh, kawasan RSUD Adnan Wd Payakumbuh, Kawasan Halte Ngalau Medan Nan Bapaneh Payakumbuh, dan kawasan Padang Luar, Agam.

Hasil dari penipuan yang mereka lakukan, kedua pelaku berhasil menyikat harta benda para korban berupa uang tunai, cincin emas, handpone, dengan total Rp 10 Juta lebih. Saat ini kedua pelaku bersama barang bukti berupa satu unit motor yang mereka gunakan dalam melancarkan aksi penipuan serta batu merah delima palsu telah diamankan di Mapolres Payakumbuh, papar Donny Setiawan.(rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here