Pengelolaan Sampah merupakan salah satu permasalahan yang ada di Kota-kota besar termasuk Bukittinggi sebagai Kota Wisata.
SUMBARTIME.COM, Selasa,19/4/22.Bukittinggi merupakan Kota yang sering dikunjungi oleh Wisatawan baik Mancanegara maupun wisatawan lokal. Dengan banyaknya pengunjung dan julukan Kota Wisata, otomatis Kota Bukittinggi merupakan salah satu Kota penghasil sampah terbesar di Sumatra barat.
Berdasarkan Data yang diperoleh dari Dinas Terkait Jumlah Sampah perhari di Bukittinggi mencapai angka 115.95 Ton perhari, untuk Pembuangannya hanya ada 1 TPA yang ada di kota Payakumbuh dan itu pun hampir penuh, ditambah lagi lahan baru untuk pembuangan sampah Bukittinggi belum ada.
Mihandrik, S. STP, M.Si ,Camat MKS, menyikapi permasalahan yang ada maka ia membuat terobosan baru dalam penanganan sampah.
“SAMPOLARI” (Sampah Olah Sendiri) Mihandrik mengatakan dalam wawancaranya dengan awak media sumbartime.com mengatakan, Program SAMPOLARI adalah Program Olah Sampah Sendiri berbasis Rumah Tangga dan Pemberdayaan masyarakatnya serta keterlibatan masyarakat dalam pengolahan Sampah”.Kata Mihandrik.
Program SAMPOLARI ini berangkat dari hasil Survey yang dilakukan BAPPENAS beserta Tim yang mana Sampah Rumah Tangga itu berkisar antara, “52,36%, dan sampah Non Rumah Tangga berkisar antara 47,64% maka kecamatan MKS menginisiasi terobosan baru yaitu mengaplikasikan Optimisasi Sistem SAMPOLARI di masing – masing Rumah Tangga yang ada di Kecamatan MKS dan adapun sebagai Pilot Projek program ini kita baru mengambil Sampel di Kelurahan Garegeh”.Ia memaparkan.
“Mihandrik menambahkan di kelurahan Garegeh ini kita sudah mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Program SAMPOLARI ini. dan Alhamdulillah warga di kelurahan Garegeh ini sudah mulai melaksanakan Program ini”. Pungkasnya.
Hastin, lurah Campago Ipuh menambahkan “Program terobosan SAMPOLARI ini Bagus sekali, apalagi sebagaimana kita ketahui kelurahan ini merupakan yang terpadat penduduknya 9.322 jiwa, diantara kelurahan di kecamatan MKS ini”. Kata Hastin
Teknis dan cara Kerja dari Program SAMPOLARI yaitu, didalam lingkungan Rumah Tangga kita memiliki 2 jenis Sampah yakni sampah Organik dan Sampah non organik, kalau warga menyadari bahwa sampah organik bisa berguna untuk tanaman dan sampah non organik ini bisa dijual kiloan, maka secara logikanya akan berkurang tumpukan sampah yang akan dibawa oleh PPSU (Petugas Pengambil Sampah Umum) ke TPA.
Mudah-mudahan dengan adanya Program SAMPOLARI ini, pengelolaan Sampah di kota Bukittinggi bisa dikendalikan dan bisa ditertibkan. (alex)




















