PADANG PARIAMAN, Sumbartime.com — Program revitalisasi gedung SMPN 3 Lubuk Alung di Kabupaten Padang Pariaman telah mencapai 85 persen pada awal November 2026. Perbaikan fasilitas sekolah yang dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini bertujuan mengantisipasi ancaman banjir berulang serta memastikan kegiatan belajar mengajar 287 siswa tetap aman dan nyaman.
Proses pembenahan fisik sekolah tersebut mencakup rehabilitasi 11 ruang kelas, satu laboratorium, serta pembangunan dua unit toilet baru dan pentas seni. Pengerjaan yang dimulai sejak April 2026 tersebut melibatkan jajaran TNI dan pihak pemborong. Meski perbaikan belum rampung sepenuhnya, pihak sekolah telah memanfaatkan ruangan yang selesai direnovasi untuk aktivitas pembelajaran harian.
Tanggap Bencana dan Fasilitas Baru
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMPN 3 Lubuk Alung, Yanriani, menjelaskan bahwa sebelum revitalisasi, enam ruang kelas kerap terendam banjir. Bencana banjir bandang pada November 2025 bahkan melumpuhkan aktivitas belajar dan memicu kerugian puluhan juta rupiah. Ketinggian bangunan kini ditingkatkan untuk mencegah masuknya air saat hujan deras melanda.
“Dampak pembangunan ini membuat guru merasa sangat senang. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, termasuk Pak Presiden. Sekarang kondisi sekolah lebih bagus dan bersih, kami tidak takut lagi jika hujan kembali datang,” tutur Yanriani. Selain itu, siswa kelas IX, Relokaemtri, mengaku ruangan baru kini lebih terang serta dilengkapi pencahayaan dan perabotan yang nyaman.
Pemulihan Fasilitas Pendidikan Sumatera
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengungkapkan bahwa bencana hidrometeorologi November 2025 merusak 4.922 fasilitas pendidikan di tiga provinsi. Hingga akhir Oktober 2026, masih terdapat 99 ruang kelas darurat yang memerlukan penanganan mendesak, termasuk 23 lokasi di wilayah Sumatera Barat.
Pemulihan sarana pendidikan terus didorong melalui kolaborasi kementerian, TNI Angkatan Darat, serta penyaluran dana langsung ke sekolah. Berdasarkan Rencana Induk Pemulihan Pascabencana 2026-2028, langkah penanganan meliputi revitalisasi bangunan, penyediaan kelas darurat, hingga bantuan operasional serta tunjangan khusus bagi tenaga kependidikan terdampak bencana.






