BARITO KUALA, Sumbartime.com — Helikopter jenis Super Puma VH-HGM yang disewa Badan Nasional Penanggulangan Bencana jatuh di Sungai Barito, Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11) pukul 11.58 WITA. Helikopter yang sedang bermanuver dalam misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan tersebut membawa tiga orang awak yang seluruhnya berhasil dievakuasi ke tepi sungai.
Peristiwa jatuhnya helikopter buatan Airbus Helicopters H225 dengan nomor registrasi VH-HGM dan nomor seri 2878 tersebut terjadi saat armada mendekati permukaan air. Pesawat diduga kehilangan kendali ketika hendak mengambil air untuk pemadaman karhutla. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung mendatangi lokasi kecelakaan di perairan Sungai Barito untuk memberikan pertolongan awal kepada para kru pesawat.
Evakuasi Tiga Awak Helikopter
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, membenarkan insiden tersebut dari laporan yang diterima. Seluruh kru yang berada di dalam armada berhasil diselamatkan setelah helikopter jatuh. “Tiga orang kru berhasil dievakuasi dan unit heli sudah dievakuasi ke pinggir sungai,” kata Berton saat dikonfirmasi mengenai kondisi terkini di lokasi kejadian.
Identitas ketiga awak helikopter yang selamat terdiri dari dua warga negara asing dan satu warga negara Indonesia. Mereka adalah Michael John Betteridge yang berasal dari Australia, Hugh Andrew John dari Selandia Baru, serta Yayan yang merupakan warga negara Indonesia. Unit helikopter sewaan BNPB itu pun telah ditarik menuju pinggiran sungai oleh petugas beserta warga.
Penanganan dan Penyelidikan Petugas
Sementara itu, tim SAR gabungan langsung diterjunkan ke lokasi insiden kecelakaan helikopter tersebut. Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengonfirmasi pihaknya bergerak cepat menuju lokasi. “Saya dalam perjalanan ke lokasi, semua anggota yang tersedia kami kerahkan meluncur ke lokasi, saya sampaikan perkembangan setelah di lokasi,” ujarnya saat dikonfirmasi mengenai pengerahan personel.
Pihak berwenang masih terus mengumpulkan fakta di lapangan guna mengetahui pasti penyebab utama kegagalan kendali armada helikopter tersebut. Sebelum insiden di Barito Kuala ini terjadi, helikopter jenis Mil-17 milik TNI AD juga sempat dilaporkan jatuh di wilayah perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.






