BATUSANGKAR, Sumbartime.com — Pengusaha muda Dede Safutra membagikan strategi membangun integritas bisnis saat mengawali usaha toko gorden di Batusangkar. Berkat pemanfaatan media sosial dan pengelolaan kepercayaan yang konsisten, dirinya berhasil mendapatkan pasokan barang hingga Rp1 miliar tanpa jaminan dari importir Jakarta pada usia 24 tahun.
Pengalaman bisnis tersebut diungkapkan Dede saat berbicara dalam Podcast Kusieh Bendi. Mantan karyawan pembiayaan mobil Astra Credit Company cabang Bukittinggi tersebut memilih mundur setelah bekerja selama satu setengah tahun. Langkah berani tersebut ia ambil demi membangun usaha toko gorden mandiri pertama di Batusangkar dengan mengandalkan tabungan dan bonus kerja.
Kejujuran dan Kepercayaan Importir
Keputusannya merambah bisnis gorden berawal dari keahlian sampingan memasang gorden saat masih duduk di bangku SMA. Sewaktu memulai usaha sendiri di Batusangkar pada usia 24 tahun, Dede memanfaatkan media sosial Facebook untuk membangun jejaring pemasaran hingga akhirnya berhasil terhubung secara langsung dengan pimpinan perusahaan importir tekstil utama yang berbasis di Jakarta.
Pimpinan importir tersebut bersedia menyuplai bahan baku gorden senilai Rp1 miliar tanpa jaminan apapun dengan jangka waktu pembayaran selama enam bulan. Kepercayaan bernilai besar tersebut didapatkan Dede karena mampu menunjukkan progres kerja yang terukur serta integritas diri yang konsisten dalam mengelola ketersediaan barang dan pembayaran kewajiban usaha kepada pihak penyuplai.
Pengelolaan Risiko dan Komunikasi Bisnis
“Usaha ini akan terbangun kalau kita membangun integritas yang bagus. Kita membangun kepercayaan dia. Kalau memang setoran buat bayar cicilan barang yang saya ambil ini lagi sepi, saya jelaskan penjualan sepi. Tapi kalau penjualan lagi melimpah, saya banyakin juga setorannya,” kata Dede Safutra menerangkan prinsip kemitraannya.
Menurut Dede, keberanian mengomunikasikan kondisi penjualan secara jujur menjadi kunci keberlanjutan hubungan kerja sama dengan penyedia barang. Keterbukaan tersebut membuat mitra bisnis merasa aman dan yakin terhadap iktikad baik pengusaha dalam mengembalikan investasi modal kerja yang telah dipercayakan.
Keberhasilan mengelola pasokan barang senilai Rp1 miliar tersebut menjadi fondasi utama bagi Dede untuk terus mengekspansi lini bisnisnya di Sumatera Barat. Ia berpesan kepada para pemuda agar berani mengambil risiko bisnis terukur dan mempergunakan media sosial secara bijak guna membuka peluang kemitraan usaha yang luas di masa depan.
Pembahasan lengkap soal ini bisa disimak dalam episode podcast Kusieh Bendi di kanal YouTube Dimensia Creative.






