Pustaka Keliling Pemko Payakumbuh Sangat Diminati

Sumbartime.com — Pustaka keliling (Puskel) yang dimiliki Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) sangat diminati oleh kalangan pelajar baik SD, SMP, maupun SMA yang mereka kunjungi.

Hal itu diungkap Kepala DPK Prima Yanuarita, SH, M.Si melalui Sekretaris Iqbal Bermawi, Kamis (26/9). Dikatakan, DPK setiap hari mengunjungi minimal 1 sekolah setelah berkoordinasi dengan pihak kelurahan dimana sekolah tersebut berada.

“Kita membawa bacaan menarik, melaksanakan konseling dan juga mensugesti mereka agar semangat membaca, dengan memberikan hadiah kepada siswa yang rajin membaca,” kata Iqbal menjelaskan.

Ditambahkannya lagi hadiah itu berasal dari swadaya pegawai yang ada di dinas, seperti pena, buku dan alat tulis lainnya.

Selain itu, hal yang membuat perpustakaan itu disukai para siswa adalah judul buku yang sangat menarik yang dimiliki oleh Pemko Payakumbuh, buku-buku itu juga sebagian mwerupakan bantuan Bank Indonesia.

“Di mobil Pustaka Keliling (Puskel), kita membawa 2000 judul buku, apalagi dengan luas wilayah Kota Payakumbuh yang tidak begitu besar, pelayanan yang kita berikan bagi sekolah-sekolah di Payakumbuh menjadi lebih mudah,” terangnya.

Sekolah yang samapun bisa dikunjungi 1x dalam dua bulan, selain itu bila siswa ingin membaca juga bisa langsung datang ke dinas karena perpustakaannya terbuka untuk umum.

“Kita komit menjaga melestarikan bahan pustaka. Sehingga meningkatkan minat baca masyarakat kepada buku-buku yang isinya sehat, pustaka kita dapat bantuan dari Perpustakaan Nasional sebanyak 1950 eksemplar atau 975 judul buku pada tahun 2018,” terang Iqbal melanjutkan.

Dipenghujung wawancara, Iqbal Bermawi menjelaskan upaya Pemko Payakumbuh dalam meningkatkan minat baca juga menggelar berbagai lomba literasi dan lomba mendongeng.

“Untuk lomba mendongeng, kita juara 3 tingkat provinsi, yang mewakili kemaren SDN 58 Payakumbuh Daya Bangun, bahkan kepala sekolah sering kesini, kita juga ada MoU dengan sekolah untuk meminjam buku,” pungkasnya. (rel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here