Polres Tanahdatar Ungkap Sindikat Pembuat dan Penjual Ijazah Palsu

Sumbartime-Polres Tanahdatar berhasil ungkap sindikat pemalsu Ijazah stata 1 (S1).Tidak tanggung tanggung, 3 orang pelaku pemalsu ijazah yang ditangkap ditenggarai telah memalsukan Izajah Universitas Bung Hatta Padang (UBH), untuk jurusan Ilmu Hukum.

Dalam gelaran Jumpa pers, di Aula Mapores Tanahdatar, Senin (22/01), AKBP Bayuaji Yudha Prajas, dengan di dampingi para staf, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan 3 pelaku terduga pemalsu Ijazah S1

Iklan

Ketiga pelaku tersebut, masing masing adalah Mry (47), FT (30), dan DM (31). Juga disebutkan salah satu dari pelaku merupakan salah seorang Mahasiswa Perguruan tinggi di Kota Batusangkar.

Dijelaskan, ketiga pelaku sindikat Ijazah palsu tersebut, sudah beroperasi sejak tahaun 2012 silam. Telah banyak mereka mengeluarkan ijazah palsu dari berbagai perguruan tinggi di Sumbar.

Adapaun dari pengakuan para pelaku mereka telah mengeluarkan Ijazah palsu dari Kampus Universtas Bung Hatta sebanyak 35 lembar, sedangkan dari kampus STMIK Jayanusa 3 ijazah, Universitas Dharma Andalas (Unidha) 3 ijazah, Universitas Ekasakti (Unes) 12 ijazah, dan STMIK Indonesia sebanyak 4 ijazah

Rata rata per tiap lembar ijazah di jual dengan harga 12 Juta rupiah hingga 20 Juta rupiah, jelas Kapolres Tanahdatar.

Sementara itu, kasus terungkap berawal dari adanya laporan seorang Mahasiswa program paska Sarjana yang kuliah di IAIN Batusangkar jurusan Hukum Ekonomi Syariah atas nama Meriyanto diduga memakai ijazah palsu S1 dari kampus Universitas Bung Hatta.

Selanjutnya, pihak Polres Tanahdatar melakukan proses penyelidikan. Dari hasil penyelidikan tersebut, diduga kuat bahwa yang bersangkutan menggunakan ijazah palsu untuk mengambil kuliah program S2 di IAIN Batusangkar.

Pihak kepolisian mendapatkan keterangan dai kampus UBH bahwa ijazah Meriyanto dengan nomor pokok mahasiswa (NPW) 9810012111059 tersebut bukan atas nama Meriyanto, tetapi atas nama Yossy Nomas.

Atas dasar itulah, pihak polisi langsung mengamankan Meriyanto. Setelah melakukan penyidikan mendalam, terungkap pelaku mengaku mendapatkan ijazah palsu tersebut dari FT dengan dibelis sebesar 12 Juta rupiah.

Mendapatkan informasi adanya pelaku lain berinisial FT, tanpa membuang waktu, aparat langsung menangkap FT di kawasan Lintau Buo, Tanahdatar. Selanjutnya diperoleh lagi satu pelaku berinisial DM yang bertugas membuat dan mengeluarkan ijazah bodong tersebut eengan bayaran 4 Juta rupiah. (ezi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here