Polres Kampar Gerebek Sarang Preman Sindikat Pungli dan Pemerasan Terhadap Sopir di Perbatasan Sumbar-Riau

poliis engamankan terduga gerombolan pelaku pungli terhadap sopir (dok polres kampar)

SUMBARTIME.COM-Riuh rendah gelak tawa sumingrah segerombolan preman terduga pelaku pungli dan pemalakan saat bercengkrama di sebuah warung milik inisial W kawasan Jalan Bangkinang-Payakumbuh, Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, tiba tiba hilang serta terdiam saat puluhan polisi masuk dan melakukan penggerebekan.

Puluhan polisi yang berasal dari Polres Kampar tersebut masuk dan langsung melakukan penggeledahan serta mengamankan beberapa orang pria yang berada di dalam warung yang diduga milik pentolan pelaku dugaan pungli dan pemerasan terhadap para sopir angkutan barang yang melintasi kawasan perbatasan Sumbar- Riau.

Iklan

Peristiwa penggerebekan serta penggeledahan itu terjadi pada Senin (6/12) malam, sekira pukul 23.00 WIB. Beberapa orang pria yang terindikasi bagian dari gerombolan punglis serta pemerasan terhadap para sopir itu tak berkutik saat aparat langsung menciduk dan menggiring mereka ke atas kendaraan polisi.

Selanjutnya tak lama berselang, puluhan polisi langsung bergerak menuju satu warung lagi yang letaknya juga tak jauh dari warung pertama yakni ke sebuah warung dengan inisial merek BL. Di lokasi tersebut polisi juga melakukan penggerebekan serta penggeledahan dan menciduk beberapa orang lagi terduga bagian dari sindikat gerombolan pemerasan terhadap sopir.

Serangkaian aksi operasi penggerebekan pemberantasan preman pelaku pungli dan pemerasan yang dilakukan Tim Opsnal Polres Kampar tersebut terhadap sarang gerombolan terduga pelaku di kawasan Desa Tanjung Alai itu dibenarkan oleh Kapolres setempat AKBP Rido Purba SIK, MH, kepada awak media.

Menurutnya, operasi penggerebekan dan penangkapan terhadap gerombolan preman pengacau terduga pelaku pungli serta pemalakan tersebut adalah bagian respon serta reaksi cepat dari polisi berdasarlan laporan serta pengaduan masyarakat, tuturnya.

Dari operasi itu, disamping berhasil mengamankan beberapa terduga pelaku, juga ada yang berhasil kabur dari sergapan. Namun saat ini pihaknya telah mengerahkan anggota untuk mengejar dan melacak persembunyian para terduga yang berhasil kabur.

Sementara untuk yang telah berhasil diciduk saat ini telah diamankan di Mapolres Kampar dan masih dilakukan proses pemeriksaan pengembangan kasus.

Lebih jauh Rido menerangkan, terkait gaya modus serta operandi gerombolan sindikat terduga pelaku pungli dan pemerasan terhadap sopir angkutan barang yang melintasi jalur perbatasan Sumbar- Riau adalah dengan memaksa menjual stiker kepada para sopir.

Adapun lambang stiker tersebut terdapat dua jenis. Stiker kode BL, dijual oleh pemilik warung BL bersama gerombolannya. Sementara stiker kode W dijual oleh pemilik warung W bersama gerombolannya.

Selain menjual stiker, kedua pemilik warung bersama gerombolannya juga memaksa para sopir angkutan yang telah ditempeli dengan stiker untuk singgah di tempat mereka masing masing untuk membeli air kemasan mineral ukuran sedang dengan harga yang cukup mencekik senilai, Rp 10 ribu hingga Rp 15 Ribu per botol.

Atas ulah para sindikat gerombolan tersebut, banyak para sopir angkutan barang yang melintasi jalur perbatasan Sumbar- Riau mengeluh. Bahkan salah satu sopir sempat merekam serta memviralkannya di sosial media.

Ke depan, kita berharap tidak akan ada lagi aksi pungli dan pemerasan yang dilakukan terhadap para sopir. Untuk itu polisi siap memberikan rasa aman dan nyaman kepada para sopir yang melintas, pungkas Rido memaparkan. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here