Polres Dharmasraya Ungkap Pelaku Penjual Air Raksa Tanpa Izin

Penemuan barang bukti sejumlah air keras di atas mobil pelaku

SUMBARTIME.COM-Ridwan (42) warga Desa Petai, Kelurahan Petai Sungai Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, ditangkap tim gabungan dari Satreskrim dan Polsek Sungai Rumbai Polres Dharmasraya.

Pelaku ditangkap pada Jumat (27/11) sore, lantaran melakukan perdagangan bahan berbahaya tanpa memiliki ijin usaha perdagangan, yaitu bahan berbahaya berupa air raksa (Mercuri) di wilayah hukum Polres Dharmasraya.

Iklan

“Penangkapan dilakukan oleh Unit Opsnal Polres Dharmasraya dan Unit Reskrim Polsek Sungai Rumbai,” kata Kapolres Dharmasraya AKBP Aditya Galayudha, S.Ik melalui Paur Humas Aiptu Aidil.

Dikatakan, saat itu pelaku sedang berada di Jl. Lintas Sumatera KM 200 Nagari Gunung Medan, Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya.

“Barang bukti yang diamankan yakni 46 botol mercuri dengan berat lebih kurang 46 Kg serta 1 unit mobil Fortuner warna hitam Nopol BM 1392 KM,” sebutnya.

Kronologis penangkapan, Aiptu Aidil menyebutkan kejadian berawal ketika anggota Opsnal Polres Dharmasraya yang bergabung dengan Unit Reskrim Polsek Sungai Rumbai, tengah melakukan penyelidikan terkait informasi bahwa ada satu orang laki-laki yang sedang membawa mercuri.

“Mercuri tersebut akan dijual belikan di daerah Sungai Rumbai. Maka dilakukan pengintaian dan razia di depan Mapolres Dharmasraya,” ujarnya.

Saat menemukan kendaraan yang dicurigai tersebut, petugas langsung memberhentikan kendaraan yang dibawa oleh Ridwan.

Setelah dilakukan penggeledahan di mobil pelaku, ditemukan barang bukti Mercuri (air raksa) sebanyak 46 botol dan membawa pelaku beserta barang bukti ke Polres Dharmasraya untuk proses hukum lebih lanjut.

Paur Humas Polres Dharmasraya menambahkan, untuk pasal yang disangkakan adalah Pasal 104 dan atau 106 Undang-undang No 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dan atau Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a, huruf i, dan huruf j Undang-undang No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Jo Permendag nomor : 75/M-DAG/PER/10/2014 sebagai perubahan kedua atas Permendag nomor : 44/DAG/PER/9/2009 tentang Pengadaan, Distribusi dan Pengawasan Bahan Berbahaya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here