SUMBARTIME.COM, BUKITTINGGI,- Menanggapi pemberitaan terkait Krisis Air Akibat Meledaknya Pengunjung Ke Kota Bukittinggi yang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Kota Bukittinggi. Berbagai tanggapan dan kritikan bermunculan diberbagai media sosial akhir-akhir ini.
Zulfa seorang Bidan di kota ini, mengeluhkan air dari PDAM Kota Bukittinggi sering tak mengalir. Bahkan beberapa minggu ini sama sekali tidak menetes, ucapnya. “Saya terpaksa beli air lewat mobil tangki dua hari sekali. Setiap beli Rp100 ribu,” kata Zulfa
Ia mengaku pernah menanyakan hal itu kepada pihak PDAM Bukittinggi, namun jawaban pegawai PDAM tidak memuaskan dan terkesan asal jawab. “Kata pegawai PDAM air dari Sungai Tanang menyusut,” ujar Zulfa, mengutip jawaban pegawai PDAM Tirta Jam Gadang.
Pimpinan Nikita Group Hotel Vina Kumala saat dimintai keterangan awak media mengatakan, Krisis air bukan saja karena membludaknya pengunjung, tapi ada faktor lain perlu diperhatikan oleh PDAM Tirta Jam Gadang.
“Buktinya ada hotel yang harus membeli air tangki karena tidak ada air PDAM mengalir, tapi tetap membayar restribusi air setiap bulan ke PDAM,” ujarnya.
Dan saya berharap pihak PDAM Tirta Jam Gadang perlu menggaris bawahi akan hal itu, Jangan sampai masyarakat salah persepsi tentang air ini yang dikarenakan membludaknya tamu hotel, seakan air disedot oleh pihak hotel, ” tutup Vina.
Menurut keterangan dari Direktur PDAM kota Bukittinggi, Budi Suhendra, ST Kurangnya debit air bersih (PAM) di kota Bukittinggi saat ini menjadi topik pembicaraan di tengah-tengah masyarakat.
“Budi mengatakan, Itu tidak lebih dari kebutuhan dan ketersediaan air baku di PDAM. Sebagaimana kita ketahui jumlah pengunjung di kota Bukittinggi pada saat libur lebaran Ini mencapai angka 400 ribuan pengunjung,” Katanya.
Menanggapi hal itu, Ketua Yayasan Nagari Sungai Tanang Yusrizal Karana mengatakan, debit air di Sungai Tanang masih dalam keadaan stabil dan tidak mengalami penyusutan.
“Sumber air Sungai Tanang, katanya, berasal dari perut bumi yang memancar ke permukaan. Karena itu, mata airnya tidak terpengaruh oleh musim hujan atau musim kemarau,” ucap Yusrizal
Namun hal itu, katanya, tidak lebih dari kebutuhan dan ketersediaan air baku di PDAM kota Bukittinggi.
“Jadi tidak benar kalau debit air Sungai Tanang menyusut,” Tutupnya.(alex)




















