Peras Perusahaan Kandang Ayam, 3 Kades di Kampar Terkena OTT

3 kades tertangkap tangan serta barang bukti

SUMBARTIME.COM-Tiga orang Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Kampar, Riau, yang melakukan pemerasan terhadap perusahaan kandang ayam milik PT Wilkon, ditangkap polisi.

Ketiganya masing masing inisial, LS Kades Batang Batindih, PI Kades Sari Galuh, dan MU Kades Non Aktif Desa Tambusai, terkena operasi tertangkap tangan (OTT) Kamis (2/4).

Para Kades yang tertangkap tangan oleh Polres Kampar tersebut diduga telah melakukan pemerasan kepada PT Wilkon sebanyak Rp 100 Juta.

Menurut Kapolres Kampar AKBP Mohammad Kholid, melalui Kasubag Humas, Iptu Deni, membenarkan peristiwa OTT terhadap para Kades di 3 Desa tersebut, Jumat (3/4). Menurutnya peristiwa berawal saat 3 pelaku mendatangi lokasi pembangunan kandang ayam milik PT Wilkon di kawasan Desa Sari Galuh Kecamatan Tapung pada Selasa 31 Maret 2020.

Saat sampai di lokasi, ketiga oknum Kades tersebut langsung membelintangkan dua unit mobil yang mereka bawa di pintu gerbang proyek dengan maksud agar kegiatan pembangunan kandang ayam berhenti untuk sementara waktu dan pihak perusahaan menemui mereka.

Karena pintu gerbang ditutup, pihak perusahaan PT Wilkon terpaksa melakukan pertemuan dengan para pelaku. Selanjutnya dalam pembicaraan tersebut, ketiga pelaku memaksa pihak perusahaan mengambil material proyek dari mereka.

Tidak itu saja, ketiga oknum Kades itu memaksa pihak perusahaan menyiapkan dan menyerahkan uang tunai sebesar Rp 100 Juta kepada mereka dengan alasan dana tersebut dipergunakan untuk biaya sosialisasi kepada masyarakat di 3 Desa.

Pada kamis 2 Maret 2020 pagi hari, salah satu Kades tersebut menghubungi pihak perusahaan, jika sampai sore hari itu, uang sebesar 100 Juta tidak juga diserahkan kepada mereka maka proyek pembangunan kandang ayam akan ditutup dan akses transportasi bagi PT Wilkon akan dihambat.

Karena mendapat ancaman proyeknya akan ditutup, Pihak perusahaan terpaksa menyiapkan uang kontan sebesar Rp 100 Juta seperti yang diminta, dan selanjutnya menghubungi 3 oknum Kades untuk datang menjemputnya ke lokasi.

Namun menjelang ketiga kades akan mengadakan pertemuan dengan PT Wilkon, ada masyarakat yang memberitahukan pihak Polres Kampar terkait aktifitas yang diduga tindak pemerasan.

Atas laporan tersebut, Selanjutnya Kapolres Kampar langsung memerintahkan Kasatreskrim AKP Fajri SH, SIK bersama Kanit IV Iptu Marupa Sibarani dan Panit Reskrim Polsek Tapung Iptu Aulia Rahman serta Unit Tipikor untuk mendatangi lokasi melakukan penyelidikan dan penggerebekan.

Benar saja, saat aparat memasuki ruangan pertemuan, didapati 8 orang di TKP. Selain itu juga ditemukan diatas meja uang kontan senilai Rp 100 Juta. 3 stempel serta kwitansi dan beberapa unit ponsel.

Selanjutnya aparat langsung menggelandang Kedelapan orang serta barang bukti tersebut ke Mapolres. Dari hasil penyelidikan ditemukan alat bunkti yang cukup dan ditetapkan 3 Kades sebagai tersangka, papar Deni. (kr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here