Payakumbuh Agro Expo Ditabuh, Bawang Sungai Lindiang Ludes Terjual

Sumbartime.com — Beberapa jam sebelum dibuka Walikota Riza Falepi, dalam Payakumbuh Agro Expo pada Selasa (17/9), bawang solok jenis mutiara hasil panen dari Kelompok Tani Sungai Lindiang Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang ludes diborong pembeli.

Sebelumnya Camat Payakumbuh Selatan Junaidi, ST bersama lurah dan kelompok tani itu panen bersama di lahan seluas sekitar 1/4 ha, dengan bibit seberat 50kg mampu menghasilkan panen dalam waktu 70 hari seberat total hampir 500Kg.

Iklan
Loading...

“Bibit tersebut merupakan bantuan dari dinas pertanian, sebelumnya diusulkan oleh kelompok tani langsung kepada dinas dengan juga sudah dikoordinasikan bersama KTNA,” kata Ketua Kelompok Tani Sungai Lindiang Dt. Rajo Endah.

Dikatakan Dt. Rajo Endah, bawang hasil panen tersebut juga dijual di lingkungan kelurahan, banyak warga setempat maupun warga kelurahan lain datang langsung untuk membeli bawang itu untuk dikonsumsi karena bawangnya gurih, kedai nasi lokal seperti Ampera Bagindo dan Sate Kurnia Biaro menjadi pelanggan untuk membeli bawang itu.

“Melihat hasil panen kemaren, kita ingin kembali melakukan penanaman dengan area yang lebih luas, bisa jadi dua kali lipat dari kemaren, lokasi sudah siap untuk ditanam dengan luas 1/2 hektar dan bibit 100kg,” katanya menambahkan.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Joni Saputra didampingi Sekretaris Zetrial mengatakan bantuan dari Pemko Payakumbuh melalui dinas pertanian itu dapat dimanfaatkan dengan baik, apalagi bibit dalam bentuk umbi lah yang dinilai dapat memberikan hasil maksimal.

“Waktu panen yang cepat, umbi lebih baik dari lokananta, hemat waktu sekitar 30 hari, namun walaupun bibit berbentuk umbi lebih mahal tapi hasilnya sangat bagus, kelompok tani sangat puas, bahkan orang tidak komplain saat bawang itu dijual dengan harga Rp. 20.000 per kg,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Depi Sastra menyebut usaha yang dilakukan Pemko Payakumbuh melalui dinas pertanian untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat petani, selain bantuan bibit, juga dinas melakukan pendampingan saat proses penanaman dan proses panennya. (rel)

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here