Pasar Solok Menjadi Target BBPOM Provinsi Sumbar

SUMBARTIME.COM-Didampingi oleh Walikota Solok, Zul Elfian,SH.M.Si, Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan, serta anggota Forkompimda dan instansi terkait lainnya, tepatnya pada Jumat, 25 Mei 2018, di Kawasan Pasar Raya Solok, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi Sumbar, melakukan uji kelayakan atas bahan makanan pokok yang diperjual belikan.

Adapun makanan yang diperiksa atau dilabor pada waktu itu anatara lain adalah, daging, ikan kering, Mie, kacang kacangan, serta 9 bahan makanan pokok lainnya yang diperjual belikan dipasar tersebut.

Iklan

Kepala, BBPOM Provinsi Sumbar, Martin Suhendri mengatakan, tujuan kegiatannya itu taklain adalah untuk memastikan bahwa  makanan atau bahan makanan yang beredar dan diperjual belikan tidak mengandung bahan bebahaya seperti borax, Fermalin, atau pengawet lainnya.

Dalam pelaksanaannya itu, dilakukan dengan dua cara atau dua sasaran program yang telah dilaksanakan, antara lain adalah, yang pertama melakukan pengujian kepada bahan makanan yang akan dijadikan lauk pauk dan sayuran, seperti halnya melakukan tes laboratorium terhadap daging, ikan kering dan sejenisnya, sayur sayuran, dan jenis kacang kacangan yang diperjual belikan di pasar raya Solok.

Target kedua adalah program instensifikasi pangan, yang merupakan program pemeriksaan terhadap kekadarluarsaan makanan yang ada, serta kandungan yang ada didalam makanan siap saji atau kemasan makanan lainnya, seperti halnya, pemeriksaan terhadap mie, makanan ringan, lauk pauk siap saji, serta makanan kemasan pabrik.

” Dalam hal ini kita menentukan apakah bahan makanan itu tidak mempergunakan bahan berbahaya seperti Borax, Fermalin atau pengawet lainnya ” ungkap kepala BBPOM Sumbar tersebut.

Lebih lanjut Martin Suhendri mengatakan, pengujian dilakukan langsung di Mobil Labor yang telah disediakan dari Provinsi Sumbar, dan lama pengujian terhadap satu sampel makanan hanya setengah sampai satu jam, dan kita akan bisa mendapatkan hasilnya.

Bagi makanan yang mengandung bahan yang membahayakan atau makan yang telah kadarluarsa, akan dilakukan penyitaan, sementara itu kepada pemiliknya atau pedagang tersebut, akan diberikan teguran atau peringatan.

” Untuk proses selanjutnya atas kegiatan ini, BBPOM Sumbar akan melakukan kerjasama dengan pemerintah kota Solok melalui instansi setempat untuk melakukan pengawalan rutin, dan bagi pedagang yang telah diingatkan atau mendapat teguran, akan dilakukan proses hukum selanjutnya” ungkap Martin Suhendri mewakili.

Dari liputan Sumbartime.com, dari hasil pemeriksaan atau uji laboratorium dari seluruh makanan tersebut, tidak ditemukan makanan yang dijajakan atau bahan makanan yang diperjual belikan di pasar raya Solok yang mengandung bahan, berbahaya, dan untuk menghilangkan kewaspadaan atau keraguan masyarakat, BBPOM juga memasang stiker tanda makanan atau bahan makanan telah dilakukan pemeriksaan dan layak untuk dikonsumsi. (Gia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here