Khutbah Jum’at Muhasabah Akhir Tahun

“Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab nanti”

SUMBARTIME.COM,-Wako: Erman Safar SH. Saat ini kita berada pada ujung dari tahun 2021 dan akan memasuki tahun 2022. Banyak cara yang dilakukan manusia dalam menyikapi pergantian tahun, ada yang mengikuti tradisi orang orang non muslim seperti ikut ikutan merayakan malam tahun baru, membakar kembang api, dan meniupkan terompet. Namun ada juga yang menyikapi pergantian tahun dengan melakukan muhasabah diri.

Iklan

Tentunya kita sebagai seorang muslim harus melakukan muhasabah untuk mengingat Kembali kesalahan kesalahan kita dan mengevaluasi berbagai macam perintah dan larangan Allah yang telah kita kerjakan.

Sebagai seorang mukmin yang merindukan syorga, tentunya kita memiliki cara pandang dan cara hidup yang berbeda dengan orang kafir. Seorang mukmin memandang bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara, sedangkan kehidupan yang kekal dan abadi itu adalah kehidupan nanti di akhirat.

Sementara orang kafir memandang bahwa kehidupan dunia ini adalah masa bagi mereka untuk bersenang senang, memuaskan nafsu syahwat dan berbagai impian mereka, karena bagi mereka kehidupan akhirat itu tidak ada. Ujarnya.”

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ »

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.”
(HR. Muslim no. 2392)

Lanjut ia mengatakan,Tentu saja hadits yang mulia ini, yang keluar dari lisan manusia yang paling mulia Muhammad SAW merupakan tolok ukur bagi kita tentang kehidupan dunia. Mungkin saja selama ini kita adalah hamba hamaba yang larut dalam kilauan dunia, gemerlap harta dunia, cara hidup yang glamor, dan mengahbiskan seluruh potensi yang kita miliki untuk mendapatkan dunia, sementara dunia ini akan kita tinggalkan.

Kita larut dalam mengumpulkan harta, mengejar pangkat dan jabatan, namun ,kita lupa mempersiapkan diri untuk akhirat. Lalu apa bedanya kita dengan orang orang kafir yang menjadikan dunia ini sebagai Syurga mereka??

Lanjutnya, Memang terkadang kita merasa bahwa kehidupan kita terkekang karena banyaknya larangan yang telah ditetapkan Allah SWT ddan RasulNya dalam Syariat Islam, namun tentu saja semuanya itu adlah demi kebaikan ummat manusia. Allah SWT telah mengingatkan kita dam Al Qur’an Surah Al Hasyar ayat 7

وَمَا آَتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

“Dan apa saja yang datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kalian, maka ambillah (laksanakanlah), dan apa saja yang kalian di larang untuk mengerjakannya, maka berhentilah (tinggalkanlah)! ”
(Al-Hasyr: 7).

Tentu saja sebagai seorang yang mengaku Ummat Nabi SAW kita mutlak harus mengikuti beliau, apa yang diperintahkannya kerjakan dan apa yang dilarangnya tinggalkan. Ini merupakan rool bagi orang beriman bahwasannya kehidupan seorang mukmin itu adalah kehidupan yang berada diatas aturan yang telah ditetapkan Allah dan RasulNya.

Kehidupan seorang mukmin bukanlah kehidupan yang dimaknai oleh orang orang kafir sebagai kehidupan tanpa aturan, kehidupan yang menjadikan dunia sebagai Syurga.

Anas bin malik berkata, tatkala kami duduk Bersama Rasulullah SAW, lalu Nabi bersabda:

عُرِضَتْ عَلَيَّ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ فِي الْخَيْرِ وَالشَّرِّ وَلَوْ تَعْلَمُوْنَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيْلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا قَالَ فَمَا أَتَى عَلَى أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمٌ أَشَدُّ مِنْهُ قَالَ غَطَّوْا رُءُوْسَهُمْ وَلَهُمْ خَنِيْنٌ

Surga dan neraka ditampakkan kepadaku, maka aku tidak melihat tentang kebaikan dan keburukan seperti hari ini. Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, kamu benar-benar akan sedikit tertawa dan banyak menangis.

Anas bin Mâlik –perawi hadits ini mengatakan, “Tidaklah ada satu hari pun yang lebih berat bagi para Sahabat selain hari itu. Mereka menutupi kepala mereka sambil menangis sesenggukan.
[HR. Muslim, no. 2359]

Sedikit tertawa dan banyak menangis merupakan perintah Rasulullah SAW. Terkadang kita sering menangisi takdir karena nasib yang kita terima, tapi jarang sekali kita menangisi akhirat yang akan kita lalui. Kehidupan akhirat adalah kehidupan yang sangat Panjang dan tiada lagi akhirnya.

Banyak tahapan proses yang mesti kita lalui di akhirat kelak diantaranya Mahsyar, Hisab, Mizan, Shirath dan ujungnya adalah Syorga atau Neraka. Lalu bagaimana kita melalui kehidupan ini agar selamat disetiap proses kehidupan Panjang di akhirat nanti?

Maka kita mesti perbanyak menghisab diri. Apakah amalan kita sudah lebih banyak disbanding dosa?apakah timbangan pahala kita akan lebih berat daripada timbangan dosa?

Demi Allah kalau kita jujur dengan diri sendiri dan kepada Allah maka sungguh betapa banyak maksiat kita kepada Allah. Betapa banyak maksiat tangan, kaki, lidah, mata, telinga, perut, dan bawah perut dan maksiat harta kita??

Maka Umar bin Khatab RA berkata “Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab”.Persiapkanlah segala bekal amal soleh yang kita perlukan dan kurangilah beban dosa yang akan kita bawa ke akhirat kelak. Ia mengakhiri.”(Alex)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here