Sumbartime – Terkait pembangunan jalan tol Payakumbuh Pangkalan, trase 1 mengalami perubahan rencana akibat keputusan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) yang membatalkan trase yang semula melewati Lima Nagari.
Banyak yang penasaran dan bertanya-tanya dengan rute pengalihan tersebut.
Dikutip akun YouTube Pandawa bukit aneh kemungkinan besar rutenya akan dialihkan mulai dari Kecamatan Kayu Tanam, Padang Panjang Timur 10 Koto Sungai Pua, hingga ke daerah Banu hampu, Supayang Situmbuak, Situjuah Limo Nagari, Lares Sago Halaban, dan sejumlah wilayah lainnya.
Sebelumnya diberitakan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat mengapresiasi keputusan JICA untuk mengalihkan trase jalan tol Payakumbuh Pangkalan.
Ketua LKAAM Sumatera Barat, Prof. Dr. Drs. H. Alwen Bentri, M. Pd. Dt. Lelo Anso, menyatakan bahwa keputusan ini lebih baik dan tidak mengganggu aspek sosiokultural masyarakat.
Masyarakat yang terdampak oleh rencana pembangunan jalan tol Payakumbuh Pangkalan sejak awal tidak menolak kehadiran jalan tol tersebut, mereka hanya meminta agar trase yang melintasi kampung halaman mereka dialihkan ke lokasi lain.
Jalan Tol Padang Pekanbaru adalah bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera yang menghubungkan Padang dengan Pekanbaru. Ruas jalan ini melewati Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Riau, melintasi daerah-daerah seperti Lembah Anai, Padang Panjang, Ngarai Sianok, Bukittinggi, hingga Payakumbuh
Masyarakat Sumbar dari berbagai komentar banyak mendukung rencana jalan tol, karena effect kemacetan yang dirasakan masyarakat terutama ketika hari libur besar seperti hari raya dan lainnya.



















