BUKITTINGGI — Di tengah cuaca terik yang mencapai 27 derajat Celsius, kebakaran hebat terjadi pada Minggu (18/5/2025) pagi sekitar pukul 10.00 WIB di kawasan Pulai Anak Air, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, tepatnya di belakang Istanami Bypass.
Objek yang terbakar adalah sebuah gudang minyak semi permanen yang diduga menyimpan bahan bakar (BBM).
Api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bagian gudang. Menurut keterangan warga, sebelum api menjalar hebat, terdengar beberapa kali suara ledakan yang diduga berasal dari derigen berisi BBM.
Ledakan itu menyebabkan kobaran api menyambar ke bangunan di sekitarnya, termasuk sebuah gudang pembuatan tahu yang berdekatan.
Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran, dan pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Gudang tersebut diketahui baru saja berdiri dan berada di antara pemukiman padat, yang semakin meningkatkan risiko penyebaran api.
Tim Gabungan Diterjunkan
Sedikitnya 10 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, terdiri dari, 7 unit dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bukittinggi, 3 unit dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Agam.
Selain itu, tim gabungan dari PMI Kota Bukittinggi, TNI, Polri, PLN, perangkat nagari, dan masyarakat juga turut membantu proses evakuasi dan penanggulangan.
Ketua PMI Bukittinggi, H. Chairunnas melalui laporan relawan di lapangan, menyatakan bahwa pihaknya melakukan asesmen cepat, serta menyiagakan pelayanan medis dan ambulans untuk mengantisipasi kemungkinan korban.
Kendala dan Dampak
Kondisi jalan menuju lokasi yang sempit menjadi salah satu kendala utama bagi petugas dalam menjangkau titik api. Namun upaya pemadaman terus dilakukan hingga sore hari. Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan hingga saat ini, satu unit gudang minyak semi permanen dipastikan hangus terbakar.
Kerugian Belum Terdata
Kerugian akibat insiden ini masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang. Hingga berita ini diturunkan, petugas damkar masih berjibaku memadamkan api yang sesekali kembali membesar akibat sisa bahan bakar yang tersimpan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menjauhi lokasi kejadian dan memberikan akses bagi petugas untuk menyelesaikan proses pemadaman dan investigasi lebih lanjut. (Aa)
















