Inilah Kisah Tragedi Pencabulan Siswi SMK Oleh Oknum ASN Kota Padang dan Anaknya

Gambar Ilustrasi

Sumbartime-Dua oknum ASN Kota Padang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Padang atas kasus dugaan pencabulan terhadap seorang siswi SMK di salah satu sekolah Kabupaten Solok, pada Desember tahun 2017 silam.

Masing masing inisial ASN tersebut adalah ZL (41) dan ZH (41). Ironis salah satu dari ASN tersebut bertugas di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang. Kedua oknum bejat tersebut, telah melakukan pencabulan dan perkosaan terhadap NH (15) pelajar di salah satu SMK Kabupaten Solok.

Iklan

Dan gilanya lagi, dua anak dari pelaku ZL masing masing K (17) dan adiknya P (14)  juga ikut ikutan menggilir korban saat disuruh mengantar korban pulang pada tanggal 18 Desember 2017 silam.

Dari pengakuan korban, kasus bermula saat dia dan teman prianya pergi berkunjung ke Taman Hutan Raya Bung Hatta, Padang. Saat mereka asyik bercengkrama, tiba tiba datanglah pelaku ZL dan langsung menggertak korban serta teman prianya jika mereka telah melakukan perbuatan terlarang di Taman tersebut.

Namun pelaku tetap ngotot jika korban dan temannya telah melakukan perbuatan terlarang dan mencoba melakukan pemerasan kepada korban dengan meminta uang damai sebanyak 15 Juta Rupiah.

Tentu saja korban dan temannya menolak untuk membayar sejumlah uang permintaan dari pelaku ZL yang merupakan petugas di Taman Raya Bung Hatta Padang tersebut, dengan alasan tidak pernah melakukan perbuatan terlarang.

Selanjutnya ZL langsung menyandara korban dan menyuruh rekan korban untuk pergi keluar dari lokasi taman. Selanjutnya korban dibawa oleh ZL pulang ke rumahnya. Selanjutnya ZL memaksa korban untuk melayani dirinya berbuata hohohihi alias hubungan ranjang.

Semula korban menolak, namun pelaku melakukan pengancaman, sehingga korban ketakutan dan pasrah dicabuli oleh pelaku. Setelah puas melakukan pencabulan terhadap korban, pelaku langsung menyerahkan korban kepada temannya sesama oknum ASN berinisial ZH.

Dan kembali perlakuan bejat diterima oleh korban. ZH pun dengan paksaan dan ancaman juga ikut menggilir korban di kawasan Hutan Raya Bung Hatta. Setelah puas mencicipi tubuh korban, ZH kembali menyerahkan korban ke ZL.

Dan lagi lagi bak piala bergilir, ZL melakukan pencabulan terhadap korban juga di lokasi yang sama. Selanjutnya setelah berulang kali mencabuli korban, ZL meminta kedua anaknya yakni K dan P untuk mengantarkan pulang korban ke Kabupaten Solok.

Namun miris, ternyata kedua anak ZL tersebut, ikut pula mencicipi dan mencabuli korban masih di kawasan Hutan Raya Bung Hatta.

Korban (NH) yang berkali kali mendapatkan perlakuan perkosaan dan pencabulan, akhirnya mengadu kepada orangtuanya. Mendengar pengakuan tersebut, orang tua korban tidak terima dan langsung melaporkan perbuatan bejat tersebut ke Polresta Padang dengan nomor laporan LP 206/K/I/2018/SPKT Unit II tanggal 24 Januari 2018.

Saat ini kondisi korban mengalami syok dan depresi berat atas tragedi pencabulan yang menimpa dirinya itu.

Terpisah, Kanit PPA Iptu Rozsa Rezki Febrian, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya saat ini kedua oknum ASN tersebut sudah diamankan di Polresta Padang, sementara K anak Zl diamankan di Polsek Nanggalo. Adapun P pelaku lainnya masih diburu petugas kepolisian ujarnya mengatakan.

Sebelumnya, pelaku ZL, sempat mendatangi pihak Polresta saat mengetahui pihak keluarga korban melapor. Dirinya membantah telah melakukan pencabulan. namun dari hasil pemeriksaan, dirinya tak berkutik jika bukti serta keterangan saksi mengarah kepadanya. Dan dari hasil pemeriksaan, terbukti dia dan pelaku lainnya telah melakukan pencabulan terhadap anak bawah umur, papar Iptu Rozsa. (yendra)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here