Sumbartime.com,- Sudah bertahun-tahun berjuang salah satu warga Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, melaporkan kesulitan yang ia alami. Dimana ia menanggung beban seorang diri dikarenakan rumahnya terendam banjir setiap hujan melanda.
Warga tersebut bernama Upit Tarno dan tinggal di belakang SPBU dan belakang komplek Pesantren Alkautsar Purwajaya, Tanjung Pati, Sarilamak, Kabupaten 50 Kota.
Kala itu, Upit Tarno mengungkapkan keluh kesahnya terkait pembangunan dan pengembangan permanen SPBU, pesantren, dan perumahan di dekat kawasan perumahan warga, yang berakibat fatal rumahnya menjadi sasaran banjir. Buruknya drainase di kawasan tersebut menyebabkan rumahnya terendam air saat hujan deras, dan semua perabotan serta surat berharga mengalami kerusakan.
Dalam pesan singkat yang dikirim oleh Upik Tarno melalui WhatsApp, Upik Tarno mengungkapkan keluh kesahnya, dimana ia merasa berjuang sendiri hampir 2 tahun berlalu belum juga ada perhatian khusus dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini.
“Masalah ini sudah 2 tahun… tapi tidak ada tindakan untuk saya. Ketika saya tanya ke RT dan wali nagari, katanya sudah selesai. Karena salah satu warga terdampak sudah menerima dana kompensasi dari pihak Alkautsar, makanya dianggap selesai,” ungkap Upik Tarno.
Upik Tarno mengakui sampai saat ini belum ada tindakan untuk menyelesaikan permasalahannya dari pihak-pihak yang ia anggap bertanggung jawab, seraya meminta pihak Al-Kautsar dapat melakukan tindakan inisiatif serta kooperatif untuk menyelesaikan permasalahan ini.
“Sedangkan rumah saya yang terendam banjir sampai sekarang tidak ada tindakan. Karena bendungan aliran air untuk pekarangan saya ditutup oleh pihak Alkautsar. Bendungan itu milik nagari, jadi Alkautsar mendirikan tembok di atas tanah yang bukan miliknya, dan saat pembangunan tembok saya tidak ada tanda tangan,” tambahnya.
Sementara itu, Upik Tarno mengakui sudah lelah dan berharap permasalahan dapat segera diselesaikan. Ia mengaku sudah berjuang kesana kemari untuk menyelesaikan permasalahannya, salah satunya dengan cara mengadu kepada pimpinan Muhammadiyah kabupaten.
“Sebagai warga, saya sudah melakukan sesuai prosedur. Saya sudah menemui juga ketua Muhammadiyah kabupaten, dan beliau bilang tidak pernah pihak Alkautsar membicarakan ini dengan mereka,” kata Upik Tarno.
Diharapkan agar tidak berlarut-larut permasalahan yang dihadapi salah satu warga ini, untuk dapat menjadi perhatian serius dari pihak pemerintah untuk melakukan mediasi serta menyelesaikan permasalahan ini agar tidak terjadi preseden buruk kedepannya dan warga tidak mengalami kerugian akibat dampak yang mereka hadapi.



















