Sumbartime – Sebanyak 24 Kepala Keluarga (KK) di Nagari Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, memutuskan untuk mengungsi karena takut terhadap erupsi dan dentuman keras yang berasal dari Gunung Marapi. Peningkatan aktivitas Gunung Marapi menjadi level III Siaga oleh PVMBG pada 9 Januari 2024, mendorong keputusan ini.
Warga Nagari Koto Baru, yang tinggal di zona bahaya dekat Gunung Marapi, merasa ketakutan dengan intensitas erupsi dan suara dentuman yang semakin sering terjadi. Jumlah pengungsi mencapai 68 jiwa, terdiri dari 30 wanita, 20 pria, dan 18 anak-anak, yang kini tinggal di zona pengungsian Musala Al-Ikhlas.
Pemerintah setempat, melalui Kadis Sosial PPPA Tanah Datar, Afrizon, telah memberikan bantuan logistik berupa beras, mi instan, minyak goreng, dan telur kepada warga yang mengungsi.
Afrizon mengatakan, bantuan logistik diinisiasi oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra untuk memenuhi kebutuhan warga yang mengungsi.
“Ini merupakan arahan dari pimpinan daerah, mudah-mudahan bisa membantu. Kita juga akan menyiapkan dapur umum Dinas Sosial PPPA Tanah Datar di lokasi pengungsian,” ungkapnya.(R)





















