Dilenserkan !! Edyart, Doni Zulkifli, Dan Anthonius, Melakukan Perlawanan

Sumbartime.com,Kabupaten Solok Walaupun telah  mendapatkan 3 kursi pada Pileg 2014 lalu, dan telah berusaha keras untuk membangun  DPD Partai Nasdem Kabupaten Solok dengan baik, sehingga Partai itu mendapat ruang diribuan hati masyarakat daerah setempat, namun Surat Keputusan (SK) itu berkata lain, Edyart dan jajanjarannya tetap dilenserkan dari kepemimpinannya.

Berdasarkan SK No: 075-sk/DPP-NasDem/III/2018 tertanggal 20 Maret 2018 yang ditanda tangani lansung oleh ketua umum DPP NasDem Surya Paloh dan Sekjen DPP NasDem Johnny G Plate, memutuskan, untuk kedepannya

Iklan
Loading...

Armen Plani dipercaya memimpin DPD Partai NasDem Kabupaten Solok menggantikan Edyart sebagai ketua, Doni Zulkifli digantikan oleh Arief Rahman sebagai sekretaris, dan pada posisi bendahara dilercayakan kepada Welly Adetri  menggantikan Anthonius.

Terjadinya Reposisi didalam tubuh Partai merupakan hal yang sudah biasa, dan re-generasi kepemimpinan merupakan sesuatu keharusan yang wajib untuk dilakukan, yang berorientasi kepada pemekaran atau pengembangan sebuah Partai, dan biasanya hal itu tertuang dan diatur didalam AD/ART yang ada sebelum partai dilahirkan, namun apakah yang terjadi itu  tidak demikian, sehinnga  kubu dari Edyart tidak menerima keputusan yang telah dikeluarkan pimpinannya itu dan  akan melakukan upaya perlawanan ke DPP Partai NasDem dan DPW Partai NasDem Sumbar.

Hal itu ditegaskan oleh pengurus lama  dalam konfrensi Pers di sekretariat DPD Partai NasDem Kabupaten Solok, Jum’at malam, 6 April 2018, yang  dihadiri oleh pengurus DPD, DPC, dan simpatisan Partai NasDem Kabupaten Solok lainnya.

Menurut Edyart, reposisi yang dilakukan DPP tidak berdasar dan tidak sesuai dengan mekanisme yang ada, dan mantan ketua itu juga menuding hal tersebut terjadi karena adanya tekanan dan interpensi dari pihak pihak yang ingin melemahkan Partai NasDem di Kabupaten Solok.

Untuk mengeluarkan SK baru tersebut, DPW Partai NasDem Sumbar mengusulkan ke DPP tanpa adanya komunikasi, evaluasi, ataupun klarifikasi atas kesalahan atau kelalai yang telah kami perbuat dalam membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Solok, dan itulah yang menjadi salah satu alasan bagi kami untuk menolak dan  ingin meluruskan persoalanan ini, sehingga kami tau apa sebenarnya yang telah terjadi.

” Setelah atau sebelum SK dibacakan Kami tidak diberi kesempatan untuk berdiskusi terkait pergantian ini, dan hal itulah yang membuat kami, termasuk DPC, dan Simpatisan yang ada untuk Walk Out dari ruangan, dan kami akan mempersiapkan penuntutan untuk pengembalian hak SK kami melalui Badan Advokasi Hukum (Bahu) Partai NasDem Sumbar ”

” Pergantian kepemimpinan itu merupakan hal yang biasa dilakukan, namun hal itu harus sesuai dengan mekanisme dan aturan yang ada, kami merasa ada yang janggal terkait masalah yang sekarang terjadi, dan kami mengharapkan agar DPC dan simpatisan yang ada agar tetap tenang dan tetap Solid membesarkan NasDem di Kabupaten Solok ” tutur Edyart saat didampingi oleh Doni Zulkifli, dan Anthonius mengakhiri.

Dari liputan Sumbartime.com, SK baru itu diantarkan lansung oleh ketua DPW Partai NasDem Sumbar, Malkan Amin, dan diserahkan lansung kepada Armen Plani di Sekretariat DPD NasDem Kabupaten Solok, hadir dalam kegiatan itu, wakil ketua Bidang organisasi Kader dan keanggotaan, Hilda Osmiati Ubani, ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumbar, Risnaldi, Wakil Sekretaris Bidang OKK DPP NasDem, Hermawati Taslim, serta seluruh pengurus dan Simpatisan  DPD Partai NasDem Kabupaten Solok. (Gia)

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here