Dianggap Tak Mampu Penuhi Fasilitas Kampus, Ratusan Mahasiswa Politani Unand Demo Minta Direktur Untuk Mundur

Mahasiswa Politani Unand Demo

SUMBARTIME.COM-Tepat pada hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Mahasiswa Polytani Pertanian Unand yang berkampus di Sarilamak Tanjung Pati, Limapuluh Kota melakukan demo unjuk rasa, Rabu (2/05) pagi pukul 09.45 WIB.

Ratusan mahasiswa itu meminta pihak kampus terutama Direktur Ir. Gusmalini,MSi untuk mundur dan segera menunjuk direktur baru karena masa tugasnya sudah lama berakhir sorak mereka. Unjuk rasa yang dimulai dengan orasi yang dilakukan oleh Abu Lakad pimpinan demo, yang meminta agar pihak Kampus untuk bisa mengakomodir tuntutan Mahasiswa.

Iklan

Dalam orasinya, Abu Lakad juga sempat meminta pertanggung jawaban pihak kampus terutama Direktur Polytani terkait minimnya fasilitas peralatan praktek mahasiswa. Mahasiswa juga sempat mempertanyakan alasan terganjalnya beberapa mahasiswa yang akan magang ke Jepang.

Sementara itu, suasana sempat mencekam dan tegang, saat Wakil direktur III meminta agar mahasiswa membubarkan diri dari unjuk rasa dan meminta beberapa perwakilan untuk masuk ke ruang Teater menemui pihak Kampus.

Namun usulan itu ditolak mentah mentah oleh ratusan peserta aksi. Mereka beranggapan jika hanya beberapa perwakilan mahasiswa yang di izinkan masuk, maka dikuatirkan suara mereka akan dibungkam, sorak mereka. Bahkan suasana di gedung teater semakin panas saat puluhan Mahasiswa sambil berteriak turunkan Direktur mencoba merengsek blokade kemanan pihak kampus yang dibantu pihak Kepolisian.

Sempat Direktur di evakuasi oleh pihak kemanan kampus untuk menjaga dari hal hal yang tidak di inginkan ke Gedung Direktorat, saat situasi semakin memanas.

Namun tak lama kemudian terlihat Direktur Politani Pertanian Unand, Ir Gusmalini, MSi keluar dari ruangannya yang dikawal kemanan kampus dan polisi, erta langsung menjawab segala tuntutan dari Mahsiswa.

Menurut Direktur, Terkait minimnya sarana prasarana peralatan praktek untuk ujian POM, dirinya tidak ada menerima laporan dari pihak Parodi. Sementara itu soal terganjalnya beberapa mahasiswa untuk magang ke Jepang, bukanlah kewenangan pihak kampus, tapi melainkan yang berwenang adalah pihak dari Jepang sendiri yang menentukan, ujarnya di hadapan ratusan mahasiswa.

Selanjutnya, terkait tuntutan mahasiswa yang meminta dirinya mundur dan meletakan jabatan,  dia mengaku siap dan mau mundur. Namun dengan alasan SK penunjukannya dari Mentri Riset Tehnologi dan Pendidikan Tinggi, maka yang berhak mencabutnya adalah Mentri sendiri paparnya kepada Mahasiswa yang disambut dengan sorakan oleh ratusan aksi demo tersebut. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here