SUMBARTIME.COM-Begal biadab, begitulah kira kira kata yang pantas diberikan kepada seorang pria bernama Darwin Saputra alias Win (39) warga Panipahan Rokan Hilir, Riau.
Setelah berhasil mengambil harta milik pasangan remaja yang lagi berduaan di kuburan cina Kepenghuluan Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas, si pria bejat ini malah tega menggasak dan mencabuli korban si wanita.
Peristiwa tragis itu terjadi pada beberapa hari yang lalu. Saat itu pelaku mengintip dan mengawasi sepasang anak remaja masing masing berinisial IL (20) dan NT (16) yang sedang berduaan di lokasi.
Saat sedang berduaan tersebut munculah pelaku begal tersebut dengan memakai tutup kepala dan sebilah pisau carter. Kepada kedua remaja tersebut, pelaku begal itu meminta agar seluruh harta yang dimiliki oleh keduanya diserahkan kepadanya.
Karena ketakutan dan merasa terancam, pasangan tersebut menyerahkan masing masing ponsel milik mereka jenis Xiomi type 6A dan merek VIVO, tas tangan merek Polo, dan uang tunia sebesar Rp 220.000.
Namun aksi begal itu tak cukup hanya sampai disitu. Diduga karena tergiur dengan kecantikan si remaja wanita, dirinya nekad melakukan tindakan pencabulan dan perkosaan terhadap korban. Setelah berhasil mengikat pasangan remaja pria tersebut dengan seutas tali di dekat motor mereka, selanjutnya dengan bejat pelaku begal tersebut melakukan tindakan perkosaan terhadap si pasangan wanita.
Setelah puas melakukan aksi bejatnya, selanjutnya pelaku pergi dengan begitu saja meninggalakn kedua korban. Sementara para korban yang tidak senang atas perbuatan pelaku begal biadab tersebut langsung melaporkan peristiwa yang mereka alami ke polisi.
Sementara itu, menurut Kapolres Rohil, AKBP Nurhadi Ismanto, dalam pres releasenya, Senin (22/6) menjelaskan jika pelaku berhasil ditangkap pada Jumat 19 Juni 2020 kemaren. Pelaku ditangkap saat berada di kediamannya. Dalam penangkapan tersebut, juga ditemukan dari pelaku berupa barang haram narkoba.
Adapun dari pengakuan pelaku dirinya menyebutkan telah melakukan aksi pembegalan terhadap orang yang sedang pacaran di kawasan perkuburan cina kepenghuluan Panipahan Darat sebanyak 6 kali sejak tahun 2010 hingga 2020, papar Nurhadi Ismanto. (kr)




















