Aniaya Dua Anak Kandung Seorang Warga Limapuluh Kota Dilaporkan ke Polisi

korban melapor ke polres payakumbuh

SUMBARTIME.COM-Aniaya dua anak kandung dengan cara dipukuli dengan menggunakan tali tambang, hingga kedua korban mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuhnya, seorang pria warga Situjuh Banda Dalam, Kecamatan Simona Kabupaten Limapuluh Kota dilaporkan ke polisi.

Pria inisial RRZ (42) dilaporkan oleh istrinya ke Polres Payakumbuh dengan nomor laporan LP /K/52/II/2021/Res , tanggal 24 Februari 2021 tentang kekerasan dalam rumah tangga.

Iklan

Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira melalui Kasatreskrim AKP M Rosidi, Rabu (10/3) siang, membenarkan peristiwa laporan tersebut. Menurutnya kasus dugaan penganiayaan seorang bapak terhadap kedua anak kandungnya masing masing sebut saja Bunga dan Peterpen (masih bawah umur) dengan menggunakan seutas tali tambang dibagian tubuh sehingga kedua korban mengalami luka lebam di bagian tubuh mereka sudah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Lebih jauh Rosidi menjelaskan jika pelaku sebelum dilaporkan atas dugaan tindakan penganiayaan terhadap anak kandung telah terlebih dahulu ditangkap polisi lantaran tersandung kasus narkoba.

Adapun kasus ini terungkap berawal dari laporan dari ibu kandung korban yang juga merupakan istri dari pelaku inisial U (36). U memberanikan diri untuk melapor ke polisi terkait dugaan penganiayaan terhadap dua anak kandungnya setelah pelaku ditangkap lantaran tersandung kasus narkoba.

Menurut U, peristiwa penganiayaan terhadap kedua anaknya terjadi pada Sabtu 20 Februari 2021 kemaren sekira pukul 19.00 WIB. Saat itu pelaku marah besar lantaran kedua korban tidak menjalankan perintahnya untuk menjaga usaha meja bilyarnya.

Kedua korban yang disuruh untuk menjaga usaha meja bilyar malah pergi belajar hingga membuat pelaku kesal dan marah. Tanpa memiliki rasa iba pelaku mengambil tali tambang dan memukulkan ke bagian punggung serta kaki kedua korban, sehingga keduanya meraung kesakitan.

Pelaku bukannya berhenti dari menganiaya kedua korban setelah keduanya menangis kesakitan mintak ampun, namun membuat pelaku makin kalap terus memukulkan tali tambang sehingga beberapa bagian kedua korban mengalami luka lebam.

Atas peristiwa dugaan penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap kedua anak kandungnya tersebut pelaku diancam dan dijerat dengan pasal 44 UU RI no 23 th 2004 tentang penghapusan Kdrt Jo pasal 80 UU RI no 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, papar Rosidi menjelaskan. (rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here