Aksi Bandit Jalanan Kawasan Perbatasan Sumbar Riau, Sopir Diperas Dengan Modus Membeli Barang

aksi dugaan pungli di perbatasan sumbar riau (postingan warganet)

SUMBARTIME.COM-Sabtu malam (4/12) sekira pukul 21.00 WIB, di kawasan Lubuk Bangku, Kabupaten Limapuluh Kota, di sebuah warung kopi, beberapa awak kru media Sumbartime.com terlibat diskusi hangat dengan beberapa sopir angkutan barang yang melintas di jalur Jalan Raya Sumbar-Riau.

Dalam percakapan diskusi hangat itu, para sopir mengungkapkan jika dalam beberapa minggu belakangan ini aksi pungli serta pemerasan berkedok menjual minuman air mineral serta stiker kepada mereka yang melintasi kawasan perbatasan Sumbar-Riau marak terjadi.

Iklan

Aksi pungli serta pemerasan berkedok menjual air kemasan mineral serta stiker tersebut kerap terjadi dan dilakukan oleh beberapa oknum warga yang tinggal di sekitaran Perbatasan Sumbar-Riau, tepatnya di kawasan Desa Tanjung Alai, Kampar, imbuh mereka lagi.

Lebih jauh dijelaskan oleh salah seorang sopir pembawa kendaraan L300 pikup dengan nama samaran Adi (41). Dirinya menuturkan jika sedang melintasi jalur perbatasan Sumbar-Riau, kerap dipaksa berhenti oleh beberapa oknum warga yang berdiri di tepi jalan raya kawasan Desa Tanjung Alai, Kampar.

Oleh pelaku yang memberhentikan kendaraannya secara paksa, dirinya diarahkan harus singgah ke sebuah warung yang telah ditentukan untuk membeli kemasan air mineral ukuran kecil seharga Rp 10 Ribu.

“Suka atau tidak suka kita wajib harus membeli kemasan air mineral ukuran kecil seharga Rp 10 Ribu,”, ungkap Adi.

Disinggung jika para sopir menolak untuk berhenti serta singgah ke sebuah warung yang telah ditentukan untuk membeli air mineral, sopir tersebut menerangkan jika ada pengemudi angkutan barang nekad tidak mengindahkan kemauan para pelaku, maka dipastikan kendaraannya akan dikejar sampai berhenti serta dipaksa balik kembali ke warung untuk membeli air mineral.

Adi juga menjelaskan, jika ada sopir pengangkut barang yang membandel, maka kendaraannya akan ditandai oleh para pelaku, dan jika melintas di kawasan perbatasan di lokasi yang sepi akan dilempari dengan batu atau baut besi, timpalnya.

Kerap yang menjadi sasaran pelemparan adalah bagian kaca mobil. Saat sopir berhenti, para pelaku pelemparan sudah kabur melarikan diri entah kemana, pungkasnya menjelaskan.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Rino, juga nama samaran sopir pengemudi Colt Diesel. Dirinya juga mengakui aksi pungli serta pemerasan dalam beberapa waktu belakangan ini di kawasan perbatasan Sumbar-Riau, marak terjadi.

Berbeda dengan Adi, dirinya justru pernah dihentikan sore hari oleh oknum warga yang tinggal di lokasi kawasan yang sama perbatasan Sumbar-Riau. Dirinya mengaku dipaksa untuk membeli sebuah stiker sebuah merek berupa nama organisasi tertentu seharga Rp 75 Ribu.

Ketika itu tutur Rino, kepada dirinya para pelaku pungli dan pemerasan berkedok menjual stiker nama sebuah organisasi itu menjelaskan kegunaan barang yang dia beli tersebut sebagai tanda keamanan saat melintasi jalur Sumbar-Riau. Sebagai konsekuensinya para sopir yang kendaraannya telah ditempeli oleh sebuah stiker nama organisasi tertentu itu, harus membayar iyuran bulanan sebesar Rp 50 Ribu kepada para pelaku.

Adapun jika menolak membeli stiker, maka resiko yang dihadapi adalah keselamatan kendaraan selama melintasi jalur Sumbar Riau, terutama di kawasan perbatasan akan terancam, terang Rino yang diamini oleh para sopir lainnya.

Atas maraknya pungli serta pemerasan dengan berkedok menjual air mineral serta stiker dengan harga diluar kewajaran tersebut, membuat sejumlah sopir angkutan barang yang melintasi jalur Sumbar-Riau menjadi resah. Para sopir mengeluh jika pendapatan mereka yang hanya pas pas-an saja, semakin berkurang saat dipaksa membeli kemasan air mineral setiap melintasi jalur perbatasan.

Untuk itu dia berharap agar aparat Kepolisian mendengarkan keluhan mereka dengan turun ke lokasi serta menyikat serta memberantas segala praktek pungsi dan pemerasan yang berkedok menjual barang kepada para pengemudi angkutan yang dilakukan oleh bandit jalanan kawasan perbatasan, harap para sopir.

Sementara itu dalam beberapa hari belakangan ini, di sosial media, menyebar serta viral sebuah video serta gambar aksi bandit jalanan dugaan pelaku pungli dan pemerasan berkedok menjual kemasan air mineral serta stiker yang terjadi di kawasan perbatasan Sumbar-Riau.

Dalam postingan Facebook yang diunggah oleh sebuah akun bernama @Heri Gusnizon, dan dibagikan oleh ratusan nitizen lainnya, si pemilik postingan menyebut dan meminta agar para sopir angkutan barang yang melintasi jalur perbatasan di KM 46 arah dari Bangkinang menuju Sumbar, yang berlokasi di sekitaran lewat jembatan danau ke 2 untuk waspada terkait aksi bandit jalanan pelaku pemerasan berkedok menjual air kemasan mineral.

Unggahan postingan video serta gambar aksi dugaan pungli serta pemerasan tersebut mendapat tanggapan dari warganet lainnya. Ratusan kali diketahui postingan tersebut dibagikan oleh nitizen.

Selain ikut membagikan postingan yang diunggah oleh akun bernama @Heri Gusnizon itu, warganet yang sebahagian besar para sopir angkutan barang ikut mengomentari dan membenarkan dugaan aksi yang dilakukan oleh para bandit jalanan seperti dalam unggahan video dan gambar tersebut.

Terpisah salah satu tokoh pemuda kawasan perbatasan Sumbar-Riau, tepatnya warga Kecamatan XIII Koto Kampar Riau, Wandy saat dihubungi oleh awak media, Minggu 5 Desember 2021 siang, membenarkan adanya dugaan praktek pungli serta pemerasan berkedok penjualan berupa barang di kawasan Desa Tanjung Alai.

Namun imbuhnya lagi, oknum warga yang menjadi pelakunya bukanlah warga asli daerah. Akan tetapi warga pendatang yang menetap di sekitaran lokasi, bebernya lagi.

Terkait adanya dugaan praktek pungli serta pemerasan terhadap para sopir angkutan barang yang melintasi lokasi, pihaknya bersama tokoh masyarakat lainnya dari Tanjung Alai serta Batu Bersurat telah melaporkan dan berkoordinasi dengan pihak Polsek XIII Koto Kampar untuk memberantas aksi bandit jalanan yang telah merusak nama baik daerah Melayu, tutupnya mengatakan. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here