BUKITTINGGI — Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Andrian, mengungkapkan bahwa kasus penyakit campak mengalami peningkatan di sejumlah wilayah, termasuk di Kota Bukittinggi. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena disebabkan oleh rendahnya cakupan imunisasi di masyarakat.
Menurut Ramli, rendahnya angka vaksinasi menjadi faktor utama melonjaknya kasus campak di beberapa daerah.
“Penundaan atau ketidakvaksinasian anak karena berbagai alasan, seperti kekhawatiran orang tua atau keterbatasan akses selama pandemi, ikut memperburuk penyebaran penyakit ini,” ujarnya, Senin (20/10/2025).
Ia menambahkan, fenomena ini tidak hanya terjadi di Bukittinggi, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia yang bahkan telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat peningkatan signifikan kasus campak.
“Campak bukan penyakit ringan. Jika tidak ditangani dengan baik, bisa menimbulkan komplikasi serius seperti radang paru, radang otak, hingga kematian,” tegasnya.
Karena itu kata Ramli, masyarakat tidak boleh menyepelekan pentingnya imunisasi, artinya, imunisasi adalah hal baik bagi anak mulai dari usia 9 bulan hingga 17 tahun.
Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran vaksinasi, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Program imunisasi rutin dan tambahan (catch-up immunization) juga terus digalakkan di fasilitas kesehatan.
Ramli berharap seluruh masyarakat berperan aktif dalam mendukung program imunisasi yang dijalankan pemerintah.
“Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, kita bisa membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) dan mencegah wabah campak di masa mendatang,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipatif, Dinas Kesehatan juga memperkuat surveilans penyakit menular, meningkatkan penyuluhan kesehatan, serta bekerja sama dengan puskesmas dan sekolah untuk memastikan setiap anak mendapatkan vaksinasi sesuai jadwal.
Terpisah, kepala puskesmas Mandiangin, Masindra Revi Akra Belya menegaskan, pencegahan melalui imunisasi jauh lebih efektif dan murah dibandingkan pengobatan ketika penyakit sudah menyebar.
“Mari lindungi anak-anak kita dari campak dan rubela dengan vaksinasi lengkap,” ujarnya.




















