Sumbartime – Delapan hari setelah banjir lahar dingin dari Gunung Marapi menerjang kawasan Tanah Datar, bantuan dari masyarakat Sumatera Barat terus berdatangan ke lokasi bencana di Parambahan, Limo Kaum. Pada Minggu (19/5/2024), warga dari berbagai daerah seperti Bukittinggi, Sijunjung, Sawahlunto, dan Payakumbuh tampak berbondong-bondong membawa bantuan ke lokasi bencana.
Bantuan tersebut diangkut menggunakan berbagai jenis kendaraan, mulai dari angkutan kota, mobil pick-up, truk, hingga kendaraan pribadi. Masyarakat yang datang terdiri dari berbagai komunitas dan organisasi, serta mewakili daerah asal mereka masing-masing. Setibanya di lokasi, mereka langsung menemui para korban banjir untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan.
Bantuan yang diberikan sangat beragam, mulai dari sembako, pakaian, perlengkapan bayi, hingga kebutuhan sehari-hari lainnya. Semua bantuan dikemas dalam kantong-kantong plastik untuk memudahkan distribusi kepada para korban. Selain bantuan fisik, kehadiran masyarakat juga memberikan dukungan moral bagi para penyintas yang masih trauma dengan kejadian tersebut.
Para penyintas terlihat sangat senang dengan perhatian dan bantuan yang diberikan. Mereka duduk di depan rumah-rumah yang rusak menunggu bantuan datang. Salah satu penyintas mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian masyarakat Sumatera Barat yang tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga datang langsung untuk mendengarkan keluh kesah mereka.
Bantuan yang terus berdatangan ini menjadi bukti nyata solidaritas dan kepedulian warga Sumbar terhadap sesama yang tengah mengalami kesulitan. Para penyintas berharap, dengan bantuan yang terus mengalir, mereka dapat segera bangkit dan memulai kembali kehidupan yang normal.(R)

















