Sumbartime – Pasca terjadi banjir lahar dingin Gunung Marapi di Kecamatan Canduang dan Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, upaya pembersihan material secara massif dilakukan oleh berbagai pihak terkait. TNI, Polri, serta berbagai instansi pemerintah dan organisasi masyarakat turun ke lokasi dengan melibatkan alat berat guna membersihkan sisa material yang tersebar akibat bencana tersebut. Selain itu, koordinasi dilakukan dengan pemerintah nagari dan kecamatan untuk menghitung dan mendata kerugian yang dialami oleh masyarakat.
Kepala BPBD Kabupaten Agam, Budi Prawiranegara, mengungkapkan bahwa sejumlah fasilitas umum dan rumah warga mengalami kerusakan serius akibat banjir lahar dingin ini.
“Di Kecamatan Canduang, jalan pertanian terputus dan mobil terjebak di lokasi tersebut, sementara di Nagari Bukik Batabuah, puluhan rumah terkena dampaknya dengan warga mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman. Di Kecamatan Sungai Pua, akses jalan juga terganggu oleh banjir bandang yang terjadi,”ungkapnya.
Pembersihan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pasca bencana alam yang melibatkan kerjasama lintas sektor. Meskipun demikian, kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir lahar dingin tersebut sangat signifikan, membutuhkan waktu dan upaya yang cukup besar untuk memulihkannya sepenuhnya.
“Oleh karena itu, koordinasi dan kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak terkait diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan membantu masyarakat yang terdampak untuk segera pulih dari musibah ini,”pungkasnya.(R)





















