AGAM – Bentuk kepedulian terhadap keluarga korban erupsi Gunung Marapi Kabupaten Agam Sumbar, pada (3/12) lalu masih terus berlanjut, dimana bencana tersebut tercatat merenggut setidaknya 23 orang meninggal dunia, minggu (17/12/2023).
Ikatan Keluarga Minang (IKM) DPD INHU dan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu Provinsi Riau menyerahkan bantuan secara simbolis berbentuk uang tunai kepada masyarakat terdampak, di Nagari Batu Palano Kecamatan Sungai Puar, Kabupaten Agam.
“Kami berterima kasih atas bantuan yang di berikan kepada keluarga korban terdampak musibah, karena ini merupakan suatu ladang amal bagi kita semua untuk meringankan beban mereka,” sebut Gusniati salah satu tokoh perempuan kawasan setempat saat menerima dan didampingi tokoh masyarakat lainnya.
Gusniati mengungkapkan, dengan bantuan ini semoga allah swt memberikan pahala yang berlimpah bagi kita semua. Ia juga menyebutkan, 14 hari pasca letusan gunung marapi hingga tadi malam masih mengeluarkan abu vulkanik.
Ketua IKM, Yusma Joni mengatakan, bantuan merupakan bentuk wujud kepedulian IKM DPD INHU dan LAMR untuk warga kita yang terdampak musibah letusan gunung merapi beberapa hari yang lalu, sehingga memakan korban jiwa sebanyak 23 orang dari berbagai daerah.
“Tangis korban juga tangis kami, sehingga kami dari IKM dan LAM mengumpulkan Donasi untuk diserahkan secara langsung hari ini. Semoga bantuan ini bermanfaat, jangan dilihat dari nilainya akan tetapi dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan,” kata Yusma.
Menurutnya, Melayu Riau tidak bisa di pisahkan dengan Minang, ia bersatu karena memilik dasar adat, ” Adat Basandi Syarak, Syarat Basandi Kitabullah”.
Ketua umum LAMR Lembaga Adat Melayu Riau Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu, H. Agustiar Ahalik, SP turut menghimbau kepada semua perantau minang yang berada di Riau mengambil andil, memberikan bantuan sebagai rasa kepedulian terhadap korban erupsi marapi yang terjadi di Ranah Minang.
Walinagari Batu Palano Darizal, mengucapkan, banyak terima kasih kepada seluruh pihak IKM dan Provinsi Riau, yang telah turut peduli terhadap masyarakat Nagari Batu Palano yang terdampak bencana erupsi gunung Marapi beberapa minggu lalu.
“Semoga ini menjadi contoh untuk masyarakat perantau Batu Palano yang berada diperantauan, yang membuat kami sedih, karena sampai saat ini belum ada bertanya sedikitpun kepada kami, bagai mana keadaan kampung kita ini,” harapan Darizal. (Alex)





















