SUMBARTIME.COM-Sempat bikin resah atas ulah gerombolan yang dikenal dengan sebutan “Anak Anak Petarung” di Kawasan Kabupaten Padang Pariaman, di awal tahun baru kemaren, 9 dari 20 orang gerombolan gank tersebut berhasil ditangkap Reskrim Polres setempat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kasatreskrim Polres Padang Pariaman AKP Ardiansyah Rolindo, di Mapolres Senin 10 Januari 2022. Menurutnya, setelah sempat bikin heboh dengan aksi viralnya yang melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata tajam jenis samurai ke sejumlah orang yang sedang nongkrong di beberapa titik wilayah, polisi berhasil menangkap 9 dari 20 oarang anggota gerombolan tersebut, paparnya.
Di jelaskan, awalnya ditangkap dua orang dari gerombolan tersebut pada Selasa (4/1) kemaren, yakni masing masing inisial RAL (17) dan RG (16). Selanjutnya setelah dilakukan pengembangan, menyusul 7 orang lagi juga berhasil diciduk pada Jumat (7/1), di kawasan Lubuk Alung, masing masing, IE (25), ZDT (19), ZRP (16), ME (16), NA (16), HZ (15), dan AAF (15).
Sebelumnya, diketahui gerombolan Orang Tak Dikenal (OTK) yang familiar disebut sebut bernama “Anak Anak Pertarung” telah melakukan penyerangan terhadap sekelompok remaja yang sedang nongrong di sebuah los lambung kawasan Ulakan, dengan menggunakan sejumlah senjata tajam jenis samurai pada awal tahun baru kemaren. Beruntung saat itu sekelompok remaja yang sedang nongkrong di los lambung kawasan Ulakan tersebut berhasil menyelamatkan diri. Namun salah satu motor warga yang tertinggal karena kabur menyelamatkan diri sempat dirusak oleh para pelaku.
Aksi tersebut sempat terekam oleh warga dan menjadi viral di sosmed di awal tahun baru kemaren. Akan tetapi masih menurut Ardiansyah lagi, meski yang viral di los lambung Ulakan, namun ternyata aksi bandit jalanan gerombo;an tersebut makan korban di kawasan lain yakni di Sungai Laban, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman.
Di lokasi tersebut dua orang jadi korban luka sabetan senjata tajam atas ulah gerombolan itu masing masing berinisial A (35) dan AWD (17). Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (1/1) kemaren. Diketahui berdasarkan hasil intrograsi, kedua orang yang menjadi korban luka sabet tersebut, merupakan korban yang salah sasasan.
Awalnya gerombolan tersebut melakukan penyerangan terhadap remaja yang ada di Ulakan. Mereka mengaku jika mereka melakukan penyerangan karena menjalankan misi balas dendam akibat anggota gank mereka sempat dipukul oleh anak dari kawasan Ulakan. Namun aksi balas dendam mereka sempat salah sasasaran sehingga terdapat dua warga yang menjadi korban luka sabetan senjata tajam.
Saat ini kasus tersebut masih dilakukan pengembangan. Adapun terhadap 11 orang lagi, polisi masih melakukan perburuan terhadap mereka, pungkas Ardiansyah mengatakan. (jo)





















