69 Tahun Wafat Tan Malaka, Berbagai Acara Digelar Di Limapuluh Kota

Sumbartime-Bangsa yang besar adalah yang menghargai jasa pahlawan, begitu kata Bung Karno dalam ‘Jas Merah’ nya. Nah, siapa yang belum kenal dengan tokoh pahlawan revolusioner Ibrahim Datuak Tan Malaka, beliau penggagas Republik Indonesia melalui bukunya yang berjudul Naar Republik Indonesia, jauh sebelum tokoh lainnya mengenal Indonesia.

121 tahun yang lalu pahlawan ini lahir di pelosok negeri, bernama Pandam Gadang, Limapuluh Kota Sumatera Barat. Kiprahnya sangat diwanti – wanti oleh penjajah, hingga dengan tegas pahlawan Mohammad Yamin menjuluki Tan Malaka sebagai Bapak Republik.

Iklan

Tahun ini 69 tahun (1949-2018) kematian Tan Malaka, tepatnya 21 Februari 2018 ini para pengagum perjuangan Tan melaksanakan Silatnas Tan Malaka. Berbagai acara siap di gelar dari tanggal 16 sampai 21 Februari nanti. Salah satunya Diskusi Publik dengan tema “Mengkaji Pemikiran Tan Malaka.

Acara ini akan diadakan pada 20/2 dari jam 10.00 wib sampai jam 15.00 wib di halaman Rumah Gadang Tan Malaka Pandam Gadang Gunuang Omeh Limapuluh Kota.

Begitu banyak gagasan yang menjadi buah pikir dan juga sepak terjang seorang Revolusioner sejati Ibrahim Dt. Tan Malaka, mengakibatkan lebih dari separuh hidupnya dalam pelarian dan persembunyian.

Selalu berada dalam ancaman lawan dan pengkhianatan kawan, merupakan buah dari sikap tegas Tan Malaka yang tidak mau membungkuk dan bernegosiasi kepada penjajah untuk memperoleh kemerdekaan sejati. Yakni kemerdekaan yang utuh berupa kemerdekaan 100 %. Karena baginya, tuan rumah tidak akan berunding dengan maling dirumahnya sendiri.

Dari sikap non kompromi tersebut, Tan Malaka harus mengikhlaskan dirinya dieksekusi oleh bangsa yang diperjuangkannya. Maka berakhirlah perjuangan seorang Tan Malaka di kaki pegunungan Wilis, Desa Selo Panggung. Kec. Semen, Kab. Kediri, sebagaiamana yang telah diungkap peneliti sejarah asal Belanda, Harry A Pooze.

Mengenang wafatnya Ibrahim Dt. Tan Malaka tgl 21 Februari 1949 – 2018, merupakan suatu penghormatan kepada jasa beliau, jika kita ikut menggemakan wasiat Almarhum yakni : bahwa dari dalam kubur, suaranya akan lebih keras terdengar.

Tidak ketinggalan sekelompok anak muda atas nama Tan Malaka Muda yang diprakarsai oleh Fadli Riansyah, juga akan mengadakan Tan Malak Camp di sekitaran rumah gadang Datuak Tan Malaka, selain itu mereka juga akan mengadakan jelajah alam Tan Malaka dengan melibatkan peserta yang mendaftar dari seluruh Indonesia.

Dalam rangkaian kegiatan Diskusi Publik bertajuk “Mengkaji Pemikiran Tan Malaka”.
Materi & Pemateri Diskusi :
1. Diplomasi Tan Malaka di Luar Negri Dalam Upaya Membidani Lahirnya Republik Indonesia. (Tan Dalam Kaca Mata Hubungan Internasional).
Pemateri : Virtuous Setyaka (Dosen Fisip UNAND)

2. Tan Malaka dan Cita cita Pendidikan Bangsa. (Tan Dalam Kaca Mata Pendidikan Nasional)
Pemateri : Andria C Tamsin (Dosen UNP)

3. Peran Tan Malaka dalam memicu semangat heroisme Jurnalistik dan Kolumnis Indonesia. (Tan Malaka Dalam Kaca Mata Jurnalistik)
Pemateri : Dwidjo Utami Maksum (Wartawan)

4. Hukum dan Tata Negara Dalam Cita cita Tan Malaka (Tan Malaka Dalam Kaca Mata Hukum Tata Negara)
Pemateri : Wendra Yunaldi (Dosen Hukum Tata Negara UMSB)

(ZAL/FRP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here