6 Pelaku Pencabulan Terhadap 2 Bocah di Padang Telah Ditangkap, Warga Nyaris Porak Porandakan Rumah Pelaku

beberapa pelaku pencabulan saat diintrograsi polisi (dok polresta padang)

SUMBARTIME.COM-Pasca terbongkarnya kasus pencabulan dan perkosaan yang dialami oleh dua orang kakak beradik di Kota Padang, masing masing masih berusia 7 Tahun dan 5 Tahun oleh keluarga besarnya sendiri, warga yang tinggal di sekitaran nyaris memporak porandakan isi rumah para pelaku, Rabu (17/11) malam.

Informasinya, warga Komplek perumahan Cendana Mata Air Kawasan Padang Selatan, Kota Padang pada Rabu malam berencana akan mengusir keluarga pelaku pencabulan secara bersama sama terhadap para korban.

Iklan

Malam itu, sekira pukul 20.00 WIB, massa telah berkumpul di sebuah pos ronda kawasan setempat. Rencanannya warga akan mendatangi rumah para pelaku untuk mengusir mereka keluar dari aral komplek.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua RT setempat Syaifuddin. Menurutnya warga telah berkumpul di pos ronda. Namun setelah warga sampai di rumah para pelaku, rumah yang mereka tuju dalam keadaan kosong tanpa ada penghuninya.

Untuk melampiaskan kekesalan, warga melakukan pembongkaran paksa rumah para pelaku dan mengumpulkan semua barang barang yang ada di dalam rumah untuk dibuang keluar.

Namun saat warga masih melakukan pengosongan rumah, datang aparat dari Polsek Padang Selatan untuk menenangkan emosi warga dengan maengatakan jika kasus pencabulan dan pemerkosaan tersebut sudah ditangani oleh Polresta Padang dan seluruh para pelaku telah berhasil ditangkap.

Warga yang mulai mereda emosinya selanjutnya hanya menyegel rumah para pelaku dengan memalang pintu rumah dengan kayu, papar Syaifuddin menerangkan.

Seperti diketahui sebelumnya, Warga Padang Selatan Kota Padang telah digegerkan dengan sebuah kasus yang sangat memilukan hati. Telah terjadi pencabulan dan pemerkosaan secara berulang ulang terhadap dua bocah perempuan yang masih berumur 7 Tahun dan 5 Tahun.

Ironisnya para pelaku yang diketahui berjumlah sebanyak 6 orang merupakan keluarga dekat kedua korban yanga terdiri dari kakek, paman, kakak kandung, kakak sepupu serta tetangga korban.

Dari penuturan warga, dua bocah malang tersebut yang menjadi korban perkosaan oleh keluarga besarnya itu, memiliki kisah hidup yang cukup memprihatinkan.

Tinggal bersama keluarga besar ibunya, tanpa pernah sekalipun bertemu dengan ayah kandung mereka. Mirisnya ibu kandung mereka sering meninggalkan kedua bocah tersebut setiap malam dengan alasan bekerja dari malam hingga pagi hari.

Momen ditinggal kerja itulah diduga dimanfaatkan oleh para pelaku yang tak lain merupakan keluarga kandung sendiri untuk menggarap kedua bocah tersebut, tutur beberapa warga.

Masih penuturan warga sekitar, diketahui kedua bocah tersebut sebenarnya telah beberapa kali mengadu kepada warga jika mereka sudah tidak kerasan lagi tinggal di rumah dengan alasan dikerjai oleh para pelaku secara bergeliran berkali kali.

Namun terakhir pengaduan keua bocah tersebut ditanggapi dengan serius oleh salah satu warga dan diteruskan ke Ketua RT setempat dan selanjutnya berakhir di Kantor polisi, papar warga.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Padang, Rabu 17 November 2021, mengungkapkan jika para pelaku pencabulan terhadap kedua bocah yang berjumlah 6 orang masing masing dengan inisial J (65) kakek korban, R (23) paman korban, A (16) kakak kandung korban, R (11) dan G (10) keduanya kakak sepupu korban serta I (18) tetangga korban, sudah diamankan polisi.

Saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Padang, ungkap Rico mengatakan. (dei)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here